Di Bawah Terik Matahari Satgas TMMD Kodim Aceh Tamiang Tetap Semangat Bangun Gorong-gorong
May 13, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id: Semangat pengabdian prajurit TNI kembali teruji di tengah cuaca yang cukup ekstrem. Memasuki masa pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, Kodim 0117/Aceh Tamiang terus melanjutkan pekerjaan pembangunan infrastruktur berupa gorong-gorong yang menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program ini. Meski harus berjuang bekerja di bawah terik matahari yang menyengat, personel Satgas TMMD tetap tampil prima dan bekerja tanpa mengenal lelah demi mewujudkan akses jalan yang layak bagi masyarakat setempat, Rabu (13/05/2026).
Suasana kerja sama yang erat tampak jelas terlihat di lokasi pekerjaan. Sejak pagi hari, para anggota Satgas telah turun ke lapangan, berbaur satu sama lain untuk mengerjakan setiap tahapan konstruksi. Gerak cepat dan kekompakan menjadi kunci utama dalam setiap aktivitas, mulai dari proses pengadukan semen, pengangkutan batu dan pasir, hingga penataan material bangunan agar terpasang kokoh sesuai standar teknis yang ditetapkan. Sinar matahari yang bersinar terik hingga tengah hari tidak menyurutkan tekad para prajurit untuk memberikan hasil karya terbaik bagi rakyat. Keringat yang menetes menjadi bukti nyata kesungguhan hati mereka dalam menjalankan tugas pengabdian negara di daerah.
Salah satu anggota Satgas yang terlihat sibuk di tengah tumpukan material bangunan menyampaikan bahwa tantangan berupa cuaca panas dan beban kerja fisik berat bukanlah halangan, melainkan bagian dari perjalanan pengabdian TNI. Menurutnya, kehadiran mereka di tengah masyarakat adalah wujud nyata dari janji prajurit untuk selalu hadir dan membantu menyelesaikan kesulitan rakyat sekelilingnya.
“Bagi kami, bekerja di lapangan dengan kondisi apapun, termasuk saat cuaca sedang sangat panas seperti ini, sudah menjadi bagian dari tugas dan pengabdian kepada rakyat. Kami tetap bekerja dengan penuh semangat karena kami sadar, pembangunan gorong-gorong ini sangat dibutuhkan oleh warga desa. Tujuannya sederhana, yaitu agar masyarakat memiliki akses jalan yang layak, aman dilalui saat musim hujan maupun kemarau, serta memperlancar mobilitas warga dalam kegiatan ekonomi maupun sosial sehari-hari,” ujar anggota Satgas tersebut sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
Pembangunan gorong-gorong ini dirancang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembuangan air agar tidak terjadi genangan atau banjir yang merusak badan jalan, tetapi juga memperkuat struktur jalan agar lebih awet digunakan dalam jangka panjang. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat akses jalan desa merupakan urat nadi kegiatan warga, baik untuk keperluan pengangkutan hasil pertanian maupun perjalanan ke pusat pelayanan umum.
Kehadiran Satgas TMMD yang bekerja dengan dedikasi tinggi ini pun mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi mendalam dari masyarakat sekitar. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, karena pembangunan yang biasanya memakan waktu lama kini dapat berjalan jauh lebih cepat berkat tenaga dan keahlian dari para prajurit. Selain bantuan fisik, kehadiran personel TNI juga dinilai mampu membangkitkan kembali budaya gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat di Aceh Tamiang.
“Kami sangat berterima kasih atas perjuangan Bapak-bapak TNI. Meski panas terik, mereka tetap bekerja keras demi desa kami. Kehadiran mereka juga mengajarkan kami untuk saling bahu-membahu dalam menyelesaikan pekerjaan bersama,” ungkap salah satu warga yang turut membantu di lokasi pembangunan.
Program TMMD Reguler ke-128 ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan doktrin TNI yang menyatakan bahwa Prajurit TNI adalah Prajurit Rakyat. Melalui kegiatan ini, tidak hanya infrastruktur fisik yang dibangun dan diperbaiki, tetapi juga jembatan persaudaraan antara aparat dan masyarakat yang semakin kokoh. Diharapkan setelah seluruh sasaran pekerjaan rampung, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dan hubungan sinergis antara TNI dan rakyat Aceh Tamiang akan terjalin semakin erat dan langgeng.(Eri Efandi).