EKSKLUSIF: Per Hari ini Berikut 10 Daftar Vendor Raksasa Disdik Kota Palembang, Pengadaan Seragam di Monopoli Satu Vendor
PALEMBANG, MA – Realisasi anggaran Dinas Pendidikan Kota Palembang tahun anggaran 2026 memperlihatkan dominasi segelintir perusahaan.
Berdasarkan data realisasi sistem E-Purchasing dan Tender per 15 Mei 2026, sepuluh vendor utama tercatat memborong berbagai proyek strategis, mulai dari pengadaan kebutuhan siswa, pencetakan buku, hingga pembangunan infrastruktur fisik sekolah.
Posisi puncak "penguasa anggaran" diduduki secara mutlak oleh REZEKI ABADI dengan total kontrak menembus angka fantastis, yakni Rp 31,25 Miliar. Perusahaan ini memonopoli 100 persen paket pengadaan seragam sekolah yang meliputi Seragam Nasional dan Pramuka untuk jenjang SD maupun SMP.
Kondisi ini tengah menjadi sorotan berbagai pihak pengawas kebijakan publik akibat dugaan penggelembungan harga serta keraguan atas kapasitas tunggal dalam menyediakan lebih dari 52 ribu setelan seragam.
Menyusul di peringkat kedua adalah TRI PUTRA SRIWIJAYA dengan nilai kontrak Rp 10,98 Miliar. Fokus pekerjaan korporasi ini bertumpu pada pengadaan fasilitas meubelair berupa meja dan kursi, baik untuk siswa maupun guru di tingkat SD dan SMP.
Sektor literasi dan pelestarian bahasa daerah ditangani oleh ASIH DWI PUTRA di posisi ketiga. Perusahaan ini meraup Rp 2,5 Miliar dari dua paket besar penggandaan Buku Kamus Bahasa Daerah untuk SD dan SMP.
Sementara itu, untuk sektor pekerjaan konstruksi fisik (pembangunan dan rehabilitasi gedung), anggaran terdistribusi kepada beberapa pemain utama, di antaranya :
Menariknya, masuk di jajaran sepuluh besar adalah pengadaan jasa digital dan media. YASA SADAWIRA UTAMA berada di peringkat 9 dengan nilai kontrak hampir mencapai Rp 1 Miliar. Vendor ini menggarap lima paket promosi, meliputi kampanye digital, pembuatan video profil, hingga rebranding web Dinas Pendidikan Kota Palembang.
Menutup daftar 10 besar, CV. BERKAH PERMATA QUEEN mencatatkan kontrak sebesar Rp 781 Juta melalui tiga paket rehabilitasi dan pembangunan lanjutan pada beberapa gedung SD di kawasan Ilir Barat dan Jakabaring.
Terpusatnya serapan APBD pada sejumlah rekanan ini diharapkan berjalan lurus dengan kualitas barang dan jasa yang diberikan kepada masyarakat.
Pemantauan ketat dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan, terus dilakukan untuk memastikan tidak ada celah tumpang tindih anggaran, praktik sub-kontrak ilegal, maupun praktik koruptif dalam pelaksanaan tender pemerintah ini. (Red)
