Gedung Tua Hogwa Runtuh Timpa Rumah Wargs di Bumiayu Brebes, Tiga Korban Meminggal Dunia
Brebes, MA - Bangunan tua Gedung Hogwa di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, runtuh dan menimpa sejumlah rumah warga, Minggu (30/8). Unit Siaga SAR Brebes menerima informasi kejadian dari Budi Sudjatmiko, BPBD Brebes, pada pukul 09.23 WIB dan segera memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Brebes diberangkatkan pada pukul 09.30 WIB dengan response time tujuh menit. Setelah menempuh perjalanan sekitar 67,8 kilometer, tim tiba di lokasi pada pukul 10.59 WIB dan langsung melaksanakan assessment serta berkoordinasi dengan saksi, BPBD Brebes, dan seluruh unsur terkait.
“Setelah menerima informasi kejadian, satu tim rescue Unit Siaga SAR Brebes langsung diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan assessment dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian serta proses evakuasi terhadap korban yang diduga masih tertimpa material bangunan,” ujar M Abdullah, Selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap.
Peristiwa bermula pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB ketika bangunan tua Gedung Hogwa tiba-tiba ambruk. Material reruntuhan bangunan menutup akses jalan dan menimpa tiga rumah warga di sekitar lokasi, masing-masing milik Sariman (42), Narto (46), dan Imam (38).
Dalam kejadian tersebut, dua korban yang merupakan anak dari Sariman, yakni Kinarian Yusfina (8/L) dan Kinara Nafasya Jeslyn (4/P), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi menuju RSUD Bumiayu. Berdasarkan informasi di lokasi, diduga masih terdapat warga yang tertimpa material bangunan sehingga BPBD Brebes Pos Bumiayu meminta bantuan personel Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Brebes.
Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian dan proses evakuasi dengan melakukan penyisiran serta membuka akses pada material reruntuhan di sekitar lokasi kejadian.
Pada pukul 13.40 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Kajat (83/L) dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian pada koordinat 7°14'52.6"S 109°00'29.9"E. Korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Bumiayu untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal dunia dalam kejadian runtuhnya Gedung Hogwa sebanyak tiga orang, yakni Kinarian Yusfina (8), Kinara Nafasya Jeslyn (4), dan Kajat (83), seluruhnya merupakan warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Adapun alut dan peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan operasi meliputi 1 unit Rescue Car Compartment, 1 unit excavator PUPR Brebes, 1 set peralatan ekstrikasi, 1 set alat medis, serta 3 set alat komunikasi. Kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi terpantau berawan.
Pada pukul 15.30 WIB, setelah seluruh proses pencarian dan evakuasi selesai dilaksanakan, Tim SAR Gabungan melakukan debriefing. Dengan telah ditemukannya seluruh korban dan tidak terdapat lagi laporan korban yang masih dalam pencarian, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.
“Dengan telah ditemukannya korban terakhir dan seluruh proses pencarian serta evakuasi selesai dilaksanakan, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah membantu selama proses penanganan,” tutup Syaeful. (D'Pur).

