LGI Sumsel Kecam Pemprov dan Pusat: "Palembang Korban Terparah Karhutla, Mana Bantuan Kesehatan?!"
PALEMBANG, MA — Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus menyiksa warga Kota Palembang. Sebagai wilayah yang memikul dampak pencemaran paling ekstrem, Kota Palembang justru merasa ditinggalkan tanpa adanya intervensi bantuan kesehatan yang memadai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat
Merespons kondisi yang kian memprihatinkan ini, Ketua DPW LSM Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan, Al Anshor, S.H., C.MSP., mengeluarkan desakan keras agar Pemprov dan Pemerintah Pusat segera turun tangan dan tidak tutup mata terhadap penderitaan warga.
"Kota Palembang ini bukan penyumbang asap, tapi kitalah korban terparah. Kualitas udara sudah di angka 494, masuk kategori Berbahaya atau level hitam. Sangat tidak adil melihat warga Palembang dikepung asap beracun, namun tidak ada intervensi bantuan kesehatan sedikit pun dari Pemprov maupun Pusat yang turun ke masyarakat," tegas Al Anshor.
Berdasarkan data terkini, krisis udara di Palembang telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan. Jarak pandang di Bandara SMB II sempat merosot hingga 500 meter pada pagi hari. Bahkan, pekatnya kabut asap telah memaksa sebagian sekolah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk melindungi anak-anak. Namun, langkah antisipasi mandiri di tingkat kota ini dinilai tidak cukup tanpa adanya back-up logistik kesehatan dari tingkat yang lebih tinggi.
Melalui pernyataan sikap ini, LGI Sumsel menuntut beberapa poin krusial kepada Gubernur Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat, Pertama, Distribusi Bantuan Kesehatan Darurat, Menuntut Pemerintah Provinsi dan Pusat segera mendistribusikan bantuan logistik kesehatan berupa masker N95, tabung oksigen portabel, dan suplemen vitamin secara masif dan gratis kepada seluruh warga Palembang.
Posko Kesehatan 24 Jam dan Pengobatan Gratis, mendesak pembukaan posko-posko kesehatan khusus dampak kabut asap di setiap kecamatan di Palembang, serta menggratiskan seluruh biaya pengobatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi warga terdampak.
Terakhir jangan Hanya Fokus Pemadaman, Perhatikan Korban, Pemerintah Pusat dan Pemprov selama ini terlihat hanya berfokus pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemadaman di area hotspot seperti di wilayah OKI. LGI Sumsel mendesak agar fokus penanganan juga diarahkan pada pemulihan dan perlindungan kesehatan jutaan nyawa di wilayah hilir yang terpapar asap pekat.
"Kami dari LGI Sumsel tidak akan tinggal diam. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret berupa bantuan medis dan fasilitas kesehatan dari Pemprov maupun Pusat untuk warga Palembang, ini membuktikan bahwa negara abai terhadap keselamatan nyawa rakyatnya," pungkas Al Anshor. (RED)
