HEADLINE
Dark Mode
Large text article





















Keluarga Ikhlaskan Jenazah Pendaki Gunung Leuser Dimakamkan di Puncak



Gayo Lues - Mediaadvokasi.id 
Pihak keluarga Kris Biantoro, pendaki yang dinyatakan meninggal dunia akibat hipotermia di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), menyatakan keikhlasannya untuk memakamkan almarhum di lokasi kejadian, tepatnya di area "Lapangan Bola". Keputusan ini diambil setelah dilakukan koordinasi intensif di Mapolres Gayo Lues. (Senin, 13/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB tersebut dihadiri oleh :
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K.
Danyon D Pelopor Satbrimobda Polda Aceh, Kompol Zulfikar.
Perwakilan TNI dari Koramil 07/Blangjerango, Pelda Firdaus dan Serka M Nain
Kepala SPTN Wilayah III Blangjerango, Ali Sadikin, S.H., M.H.
Serta pihak keluarga yang diwakili oleh Pelda Ahmad Perinoto.
Berdasarkan laporan teknis yang diterima dari tim pendaki di lapangan pada pukul 14.41 WIB, proses evakuasi jenazah ke kaki gunung menghadapi kendala yang sangat berat. Jalur pendakian yang ekstrem serta menipisnya perbekalan tim di atas gunung membuat evakuasi darat tidak lagi memungkinkan untuk dilanjutkan.
Pihak TNGL sebelumnya memberikan dua opsi kepada keluarga: melakukan penjemputan menggunakan helikopter atau memakamkan almarhum secara Islam di lokasi "Lapangan Bola", jalur pendakian Gunung Leuser.
Setelah mempertimbangkan situasi medan dan kondisi tim evakuasi, Pelda Ahmad Perinoto selaku abang kandung korban, menyatakan bahwa pihak keluarga menerima dengan ikhlas kepergian Kris Biantoro.
"Pihak keluarga memutuskan dan mengikhlaskan almarhum dimakamkan secara Islam di atas kawasan Gunung Leuser tanpa menuntut pihak manapun di kemudian hari," tegas pernyataan dalam koordinasi tersebut.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Beliau menegaskan bahwa seluruh tim gabungan telah berupaya maksimal sejak korban dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (09/04/2026) lalu.
Sebagai prosedur formal, pihak Balai Besar TNGL melalui Kantor Wilayah III Blangkejeren telah memfasilitasi pembuatan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh pihak keluarga. Selain itu, pihak terkait juga memberikan uang santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk tali asih.
Kegiatan koordinasi berakhir pada pukul 17.30 WIB dalam suasana khidmat dan kondusif.
(Pendim 0113/ Gayo Lues)