Pulih Cepat Pasca Banjir, SKK Migas Berikan Penghargaan kepada PEP Field Rantau dan Pangkalan Susu
April 09, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id: Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan penghargaan kepada Pertamina EP (PEP) Rantau Field dan Pangkalan Susu Field. Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026) sebagai bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa dalam percepatan pemulihan produksi pasca banjir besar yang terjadi pada akhir tahun 2025.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), C.W. Wicaksono, menyampaikan bahwa kecepatan pemulihan operasional kedua wilayah tersebut sangat mengesankan. Target pemulihan yang semula ditetapkan dalam kurun waktu satu tahun, berhasil diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan.
"Keberhasilan pemulihan operasional yang cepat ini merupakan hasil kepemimpinan yang kuat dan kerja sama tim yang solid di lapangan," ujar Wicaksono usai memberikan penghargaan di lokasi PEP Rantau Field.
Menurutnya, tim di kedua lapangan tersebut tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam penanggulangan bencana serta kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Diketahui, banjir besar yang melanda sebelumnya mencapai ketinggian 4-4,5 meter dengan endapan lumpur setebal 30-80 sentimeter. Bencana ini berdampak parah pada fasilitas produksi, perkantoran, dan permukiman, sehingga menyebabkan produksi minyak sempat turun drastis dari sekitar 1.800-1.900 BOPD menjadi hanya sekitar 600 BOPD.
Dalam proses penanganannya, PEP Rantau Field dan Pangkalan Susu Field menerapkan pemulihan secara terstruktur melalui tiga tahapan, yaitu fase emergency & reactivation, fase recovery, dan fase sustainability. Tahapan ini mencakup penanganan keselamatan, perbaikan fasilitas, hingga penguatan sistem operasional jangka panjang.
Berkat kerja keras tersebut, capaian pemulihan hingga Maret–April 2026 tercatat sangat signifikan. Fasilitas produksi telah pulih sekitar 65 persen, sementara sumur produksi dan injeksi mencapai sekitar 84 persen. Produksi minyak pun berhasil kembali meningkat hingga sekitar 1.591 BOPD atau mendekati kondisi normal sebelum bencana.
Penghargaan khusus diberikan kepada Hari Widodo - General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 (periode 2023-2026), Tommy Wahyu Alimsyah – Field Manager PEP Rantau, dan Edwin Susanto – Field Manager PEP Pangkalan Susu.
"Kedepan, upaya peningkatan ketahanan fasilitas serta penguatan sistem mitigasi bencana akan terus menjadi fokus, sehingga memastikan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi risiko serupa," tambah Wicaksono.
Sementara itu, Direktur Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Muhammad Arifin, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan.
"Penghargaan ini sangat berarti dan positif untuk memberikan motivasi agar kinerja para perwira bisa meningkat, terlebih setelah adanya bencana kemarin. Penghargaan ini melahirkan komitmen baru dalam proses peningkatan produksi sesuai dengan visi dan misi Pertamina yakni swasembada energi," pungkasnya.(Eri Efandi).