HEADLINE
Dark Mode
Large text article

BERNAPAS BUATAN PUSAT: Pemkab Muba Selamat dari Defisit Kas, LGI Sumsel : TPP ASN Segera Dicairkan!

Ilustrasi .ai


MUBA, MA – Ancaman krisis likuiditas dan defisit kas berjalan yang sempat mencekik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhirnya mereda. Namun, selamatnya kas daerah ini bukanlah buah dari prestasi kinerja birokrasi, melainkan berkat "napas buatan" berupa suntikan dana transfer dari Pemerintah Pusat.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan menyoroti perubahan drastis postur APBD Muba berdasarkan pembaruan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 23 Mei 2026.

Data teranyar menunjukkan, realisasi Pendapatan Daerah melonjak tajam ke angka Rp602,60 miliar, sementara Belanja Daerah berada di angka Rp479,41 miliar. Artinya, kas Muba saat ini mencatatkan surplus kas berjalan sebesar kurang lebih Rp123 miliar, keluar dari status defisit yang nyaris menyentuh angka minus seratus miliar pada awal Mei lalu.

Namun, Ketua DPW LSM LGI Sumatera Selatan, Al Anshor, S.H., C.MSP., mengingatkan publik dan jajaran Pemkab Muba untuk tidak bertepuk dada terlebih dahulu.

"Jangan merasa bangga dulu. Selamatnya kas Muba dari defisit ini murni karena Dana Transfer dari Pusat (TKDD) yang baru saja masuk sebesar Rp453,08 miliar. Pemkab Muba ini ibarat pasien kritis yang diselamatkan oleh pusat, bukan karena Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sukses menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tegas aktivis muda ini, Minggu (24/5).

Dengan berbaliknya status kas daerah menjadi surplus berkat dana pusat, LGI Sumsel secara tegas menuntut agar keluh-kesah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba segera diselesaikan.

"Kabar baiknya bagi para ASN, kas daerah sekarang sudah tidak defisit. Uang ratusan miliar sudah masuk. Maka, LGI Sumsel mendesak Pemkab Muba, khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), untuk segera mencairkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang selama ini macet. Tidak ada lagi alasan kas kosong atau defisit untuk menahan hak pegawai!" serang Al Anshor.

Meski kas telah terselamatkan, LGI Sumsel tetap mengkritik tajam praktik "akrobat pembukuan" yang masih terus terjadi di laporan keuangan Muba. Al Anshor membeberkan dua kejanggalan fatal dari data 23 Mei yang menjadi bukti amatirnya kinerja birokrasi Muba:

Pertama, Kembalinya Dana 'Ghaib' Rp23 Miliar. Pada data 3 Mei, pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah sempat lenyap menjadi Rp0, namun pada 23 Mei, angka Rp23,22 miliar itu mendadak muncul kembali secara ajaib.

Kedua, Mesin Waktu Belanja Modal. Angka realisasi Belanja Modal yang pada 3 Mei sudah mencapai Rp0,33 miliar (0,09%), kini secara tidak masuk akal justru turun mundur kembali menjadi Rp0,21 miliar (0,06%).

"Bagaimana ceritanya uang yang sudah dibelanjakan untuk pembangunan bisa ditarik mundur di laporan keuangan? Ini mengonfirmasi bahwa data yang disajikan TAPD dan OPD terkait sangat serampangan. Portal pengadaan lelang (SPSE) masih mati suri, dan angkanya diutak-atik seenaknya," tambahnya.

Sebagai penutup, LGI Sumsel memperingatkan agar Pemkab Muba segera menuntaskan kewajiban TPP ASN dan menghentikan kekacauan administrasi laporan keuangan.

"Segera bayarkan TPP ASN agar mereka bisa fokus bekerja! Setelah itu, Pemkab harus serius mengeksekusi Belanja Modal untuk rakyat. LGI Sumsel akan terus mendesak aparat pemeriksa seperti BPK untuk mengaudit laporan keuangan yang angkanya bisa timbul-tenggelam seperti mainan ini," tutupnya. (RED)