HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Kawal Uang Rakyat, LGI Sumsel Pelototi Realisasi Proyek Tender Rp 313 Miliar di Palembang

 


PALEMBANG, MA — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan kembali menyoroti tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.

Memasuki pertengahan tahun anggaran, LGI Sumsel secara resmi menjabarkan realisasi pengadaan proyek tender yang tercatat menyentuh angka Rp 313.032.589.381 (Rp 313 Miliar) untuk 251 paket pekerjaan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Laskar Garuda Indonesia Sumatera Selatan, Al Anshor, S.H., C.MSP., menegaskan bahwa besarnya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini menuntut pengawasan ekstra ketat dari masyarakat agar penggunaannya tepat sasaran dan tidak melenceng.

"Uang rakyat sebesar 313 Miliar ini mayoritas dihabiskan untuk proye konsultan fisik dan konstruksi. Jika kita bedah lebih dalam, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang menguasai hampir 66 persen dari total seluruh anggaran, atau setara dengan Rp 206,4 Miliar. Dominasi anggaran di satu instansi ini membuka ruang kerawanan yang harus kita pelototi bersama dari sisi kepatuhan hingga realisasi fisiknya di lapangan," tegas Al Anshor di Palembang, Kamis (16/7/2026).

Dalam hasil analisa kepatuhan dan pemantauan data infrastruktur yang dilakukan LGI Sumsel, terdapat beberapa paket pekerjaan berskala jumbo yang menjadi prioritas pengawasan.

Proyek terbesar yang disoroti adalah Pembangunan Jaringan Perpipaan Air Limbah IPAL PCSP Paket C1 senilai Rp 14,9 Miliar yang dikerjakan oleh CV. Jaya Utama Mandiri, disusul oleh Pembangunan Lanjutan Gedung Barang Bukti Kejaksaan Negeri Palembang senilai Rp 7,6 Miliar oleh CV. Zidane Sukses Mandiri.

Selain nilai proyek yang fantastis, LGI Sumsel juga memberikan catatan khusus terkait pola distribusi paket pekerjaan. Data menunjukkan adanya konsentrasi proyek pada segelintir penyedia jasa.

Sebagai contoh, CV. Harapan Maju Konsultan memborong hingga 7 paket pekerjaan sekaligus dengan total nilai mencapai Rp 2 Miliar. Sementara itu, nama-nama seperti CV. Tanjung Royal Konstruksi dan CV. Cipta Bangun Consultant masing-masing memegang 5 paket pekerjaan di berbagai titik wilayah Palembang.

"Ketika satu perusahaan atau konsultan memegang lima hingga tujuh paket pekerjaan secara bersamaan pada tahun anggaran yang sama, pertanyaan logisnya adalah bagaimana mereka membagi konsentrasi sumber daya, tenaga ahli, dan peralatan? Jangan sampai kuantitas pekerjaan yang dimenangkan justru mengorbankan kualitas infrastruktur yang akan digunakan masyarakat," tambah Al Anshor.

LSM Laskar Garuda Indonesia Sumsel berkomitmen untuk terus membedah kesesuaian antara rencana anggaran biaya (RAB), dokumen kontrak, dan hasil fisik di lapangan. Publik berhak memastikan bahwa tidak ada satu rupiah pun dari angka 313 Miliar tersebut yang bocor atau disalahgunakan demi kepentingan pihak tertentu.

"Kami akan terus menguji kepatuhan data administratif ini dan membandingkannya dengan fakta di lapangan. Setiap indikasi pengurangan volume atau ketidaksesuaian spesifikasi akan langsung kami dorong menjadi temuan resmi," tutupnya. (RED)