Mengusung Kejayaan Maritim Sriwijaya, Palembang Bangun Masjid Ikonik Berbentuk Kapal
PALEMBANG, MA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah mematangkan rencana rehabilitasi berskala besar untuk Masjid Al Fathul Akbar. Mengusung nilai sejarah kebesaran maritim nusantara, tempat ibadah ini akan disulap menjadi landmark baru berdesain kapal ala Kerajaan Sriwijaya yang berlokasi di kawasan pintu masuk kota.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, K.M. Isnaini Madani, menegaskan bahwa megaproyek ini bukan sekadar pembaruan fasilitas ibadah, melainkan manifestasi identitas budaya dan sejarah yang diharapkan menjadi kebanggaan baru, tidak hanya bagi warga Sumatera Selatan, tetapi juga Indonesia.
Filosofi Kapal dan Ombak Sriwijaya
Daya tarik utama dari rehabilitasi ini terletak pada konsep arsitekturnya. Desain bangunan akan dibuat menyerupai wujud kapal megah, lengkap dengan modifikasi kubah yang melambangkan gulungan ombak.
Filosofi ini sengaja diusung untuk merepresentasikan karakter Palembang sebagai kota sungai sekaligus pewaris sah peradaban maritim Kerajaan Sriwijaya. Desain monumental tersebut telah melalui uji publik dan disepakati oleh berbagai elemen, mulai dari ulama, arsitek, budayawan, hingga pemerhati tata kota.
Kapasitas Ganda di Kawasan Internasional
Lebih dari sekadar memanjakan mata, perombakan ini merespons kebutuhan riil masyarakat yang terus meningkat. Kapasitas daya tampung masjid akan digandakan, dari yang awalnya hanya menampung 1.000 jemaah menjadi 2.000 jemaah.
Lokasi Masjid Al Fathul Akbar yang berada di kawasan Seberang Ulu—berdekatan dengan pusat kegiatan olahraga bertaraf internasional, Jakabaring—membuat posisinya sangat strategis. Pemkot Palembang memproyeksikan masjid ini tidak hanya melayani warga lokal, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi (ikon kota) bagi wisatawan yang berkunjung ke Bumi Sriwijaya.
"Kawasan Jakabaring sebagai area berstandar internasional memerlukan penataan lanskap yang terintegrasi. Karena itu, masjid ini akan menjadi bangunan monumental yang memperkaya identitas arsitektur Kota Palembang, memadukan fungsi ibadah secara harmonis dengan nilai estetika dan sejarah yang kuat," jelas Isnaini, Rabu (5/8/2026).
Saat ini, pemerintah daerah tengah merampungkan seluruh kelengkapan aspek administratif, regulasi, dan tata ruang untuk memastikan tahap eksekusi pembangunan dapat segera direalisasikan sesuai standar kualitas bangunan yang berkelanjutan. (Ril)
