Muslizar: Pemerintah Daerah Menyambut Baik Komitmen Pondok Pesantren Misbahur Rasyad Al-Aziziyah
May 14, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id:
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, mewakili Bupati Aceh Tamiang menghadiri acara Haflah Takhrij Pondok Pesantren Misbahur Rasyad Al-Aziziyah di Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, pada Rabu (13/05/2026).
Dalam sambutannya, Muslizar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan pondok pesantren beserta seluruh jajaran ustaz dan ustazah yang selama ini konsisten mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah dan memiliki daya saing.
“Pemerintah daerah menyambut baik komitmen Pondok Pesantren Misbahur Rasyad Al-Aziziyah dalam memberikan pendidikan keagamaan. Di tengah arus informasi yang begitu pesat, pondok pesantren menjadi benteng moral bagi generasi muda,” ujar Muslizar.
Ia berharap para santri yang diwisuda tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi adab dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu yang tinggi tanpa disertai adab akan menjadi sia-sia, karena adab membimbing seseorang untuk memiliki perilaku yang baik. Orang yang berilmu namun melanggar etika akan lebih tercela dibandingkan orang yang kurang berilmu tetapi memiliki akhlak mulia,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Muslizar juga memberikan motivasi kepada para wisudawan tingkat SMP agar melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di pondok pesantren tersebut guna memperdalam ilmu agama dan pembentukan karakter.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan rumah tahfiz dan pondok pesantren sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berkualitas.
Acara Haflah Takhrij berlangsung khidmat dan penuh haru. Kegiatan diakhiri dengan prosesi wisuda serta penyematan mahkota oleh para santri kepada orang tua masing-masing sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan pondok pesantren, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Kepala Dinas Pendidikan, Danramil Rantau, Kapolsek Rantau, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.(Eri Efandi)