HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Harga Minyak Atsiri Serai Wangi Turun Drastis, Pemda Akan Cari Solusi



Gayo Lues, MA - Kabar tentang minyak atsiri jenis serai wangi turun drastis membuat ramai diperbincangkan, baik cerita di warung kopi, medsos ataupun di dalam acara tertentu. Untuk itu Bupati Gayo Lues H. M Amru menyikapi ketakutan masyarakat tersebut dan berjanji akan mencari solusi terbaik.

Dikabarkan, mulai dari harga yang biasa di jual petani seharga Rp 350.000/kg kini anjlok menjadi Rp 270.000/kg. Bahkan para agen dikabarkan sudah tidak menerima pasokan minyak serai wangi dari petani karena takut tidak bisa dijual kembali.

Salah satu agen minyak serai wangi di Kecamatan Kutapanjng M. Amin Tujung membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya tidak berani menampung minyak atsiri karena belum ada kejelasan dari pihak 'toke besar' di Medan Sumatera Utara. Bila perusahaan tersebut tidak mau membeli tentunya agen minyak serai wangi di Gayo Lues akan merugi.

"Untuk sementara waktu perusahaan besar belum mau menampung minyak serai wangi. Kami juga tidak berani membelinya dari petani," terangnya kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Mengenai kabar bahwa pemerintah daerah akan berusaha mencari solusi masalah ini Bupati Gayo Lues H. M Amru melalui pesan WA membenarkan. Dalam waktu dekat pemerintah daerah akan mengeluarkan dana tak terduga, bekerjasama dengan Bank Aceh sebesar Rp 1,5 Miliar dalam bentuk pinjaman kepada para agen untuk bisa menampung hasil panen petani serai wangi.

"Kita sudah berkoordinasi dengan DPRK akan menggunakan dana tidak terduga untuk membantu para petani serai wangi, tinggal menunggu pengesahan selanjutnya sudah bisa direalisasikan," terang Bupati.

Namun bupati menegaskan, sebelum itu dilaksanakan pemda akan membuat regulasi MoU dengan para agen (pengepul) yang ingin menampung minyak para petani serai wangi. Seandainya dalam 6 bulan harga minyak serai wangi naik dari harga dasar yang ditetapkan maka keuntungan itu akan diberikan kepada pihak petani. Namun bila harganya turun akan ditalangi oleh pemda.

Demikian juga kepada para petani, disarankan menjual minyak serai wangi hanya sebatas kebutuhan saja, jangan mentang-mentang ditalangi pemerintah kemudian para petani memaksakan hasil panenya untuk dijual. (Mahara)