HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Wujudkan Generasi Muda Melek KI, Staf Khusus Menkumham Fajar Lase Sambangi Tiga Sekolah di Pekanbaru.



Pekanbaru,MA-Guna mewujudkan generasi muda melek kekayaan intelektual, Staf Khusus Menkumham Bidang Transformasi Digital Fajar BS Lase menyambangi tiga sekolah di Pekanbaru, yakni SMAN 1 Pekanbaru, SMA Kalam Kudus Pekanbaru dan SMA Santa Maria Pekanbaru, Selasa (18/10). 


Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual ini dilakukan secara interaktif dan diikuti oleh

ratusan siswa dari 3 SMA di Pekanbaru tersebut.


SMAN 1 Pekanbaru


Kegiatan Fajar Lase diawali dengan mendatangi SMA Negeri 1 Pekanbaru. Kehadiran Fajar Lase di sekolah tertua berusia 67 tahun dan termasuk cagar budaya di Riau tersebut, disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Pekanbaru Dr. Wan Roswita, M.Pd.


Dalam sambutannya, Wan Roswita menyampaikan, generasi muda atau gen Z memiliki kesempatan yang luas untuk bisa

bereksplorasi karir dengan luas pada zaman digital ini. "Ada kemudahan untuk menguasai dunia secara

digital, karenanya semua produk perlu dilindungi secara hukum," kata Wan Roswita.


Fajar Lase sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Wan Roswita. Menurutnya, keistimewaan generasi z dan milenial, merupakan digital native karena lehir di era

teknologi digital. Oleh karena itu, bentuk karir saat ini dan masa yang akan datang juga sebagian besar berada di ranah kreatif dan digital. Dan karya-karya ini adalah salah stau bentuk kekayaan intelektual


"Kekayaan intelektual adalah kekayaan yang tidak berwujud karena dihasilkan dari ide dan pikiran manusia. Namun, di zaman digital ini, ide dan pikiran manusia yang ditampilkan dalam satu produk tersebut juga rentan dicuri orang lain," tegasnya.


Dia menyampaikan contoh sederhana seperti sengketa bentuk paten genteng, antara PT AGJ Majalengka dengan Yudiro Soedarjo pemilik hak paten kerangka keramik komposit beton. Dalam kasus sengketa ini, paten PT AGJ Majalengka dibatalkan.


Kemudian, kasus Starbung Thailand sebagai contoh pelanggaran merek dan hak eksklusif. Starbung Thailand tidak

diperbolehkan untuk menggunakan logo dan merek yang sama dengan Starbucks.


"Inilah kenapa penting bagi generasi muda untuk mengetahui

dan melindungi produk hasil Kekayaan Intelektual, agar tak dicuri orang lain," imbuhnya.


Dia juga menjelaskan, Kekayaan Intelektual terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kekayaan intelektual individu dan

Komunal. Untuk Kekayaan Intelektual Personal terdiri dari Hak Cipta, Merek, Paten, Rahasia

Dagang, Desain Industri, dan Disain Tata Letak Sirkuti Terpadu (DTLST). Kekayaan

Itelektual ini juga bisa digolongkan sebagai Kekayaan Intelektual industri. 


"Sedangkan untuk kekayaan Intelektual Komunal terdiri dari Pengetahuan Tradisional,

Ekspresi Budaya Tradisional, Sumber Daya Genetik, dan Indikasi Geografis," imbuhnya.


SMA Kalam Kudus dan Santa Maria Pekanbaru


Sedangkan di SMA Kalam Kudus dan Santa Maria Pekanbaru, Fajar Lase menitik beratkan pada pentingnya perlindungan produk-produk hasil pemikiran

kreatif yang dapat memberikan keuntungan ekonomi.

khususnya di era digital saat ini, dimana Generasi Z yang akan menjadi pemimpin di

masa depan dengan jumlah yang jauh lebih besar daripada generasi-generasi

sebelumnya.


Dia juga mengungkapkan, kecenderungan generasi muda sekarang lebih memilih untuk melakukan segala

sesuatu dengan online. khususnya untuk berbelanja dan bahkan belajar, lebih

memilih mencari dari sumber online daripada mencari literatur dari perpustakaan itu. Untuk itu,

lebih baik kita mulai melindungi produk hasil karya pemikiran kita sebelum dicuri atau

dicontek oleh pihak lain


"Seperti yang kita ketahui, ada banyak produk dan jasa yang berdasarkan pada

kekayaan intelektual, seperti aplikasi sosial media dan jasa e-commerce. Jadi Kekayaan Intelektual itu banyak ragamnya dan kesemuanya bisa dilindungi secara

hukum," tegas Fajar Lase.


Sebagai penutup, Falas kembali mengingatkan para peserta untuk bisa lebih peduli

dan mampu beradaptasi dengan cepat pada perubahan teknologi informasi.


Dalam sosialisasi di tiga sekolah tersebut, Fajar memberikan kuiz singkat bagi para siswa peserta mengenai jenis-jenis kekayaan intelektual diikuti dengan antusias oleh ratusan siswa.(A-R).