Kondisi Huntara Simpang Empat Upah Memprihatinkan: Lantai Berlubang hingga Mau Ambruk, Warga Berharap Danantara Segera Perbaiki
May 21, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id:
Keluhan dan kekhawatiran mendalam disampaikan warga penghuni Hunian Sementara (Huntara) Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Kondisi bangunan yang diklaim mulai rapuh dan rusak parah, terutama pada bagian lantai yang banyak mengalami bolong, hingga dikhawatirkan ambruk, membuat penghuni merasa tidak aman menempati fasilitas yang dibangun oleh Danantara tersebut. Salah satu warga yang sangat mencemaskan kondisinya adalah Sabdaniah (69 tahun), warga asal Desa Sukajadi yang akrab disapa Nek Esek, penghuni unit di Blok A3.
Kepada awak media pada Kamis (21/05/2026), Nek Esek menceritakan pengalaman menegangkan yang baru saja ia alami. Ia mengungkapkan, kerusakan pada bangunan yang ia tempati sudah terjadi di beberapa titik, namun yang paling berbahaya adalah kondisi lantai yang rapuh. Menurutnya, saat ini lantai di bagian depan hingga ruang kamar sudah banyak yang bolong.
"Huntara yang saya tempati ini ada beberapa titik yang sudah pada jebol. Salah satunya lantai bagian depan sudah bolong, dan juga lantai kamar. Waktu itu saya mau menutup jendela, saya berjalan menuju ke arah situ, tiba-tiba lantainya langsung bolong di bawah kaki saya. Hampir saja saya masuk dan jatuh ke dalam lubang itu, untung saya sempat berpegangan," cerita Nek Esek dengan nada cemas.
Wanita lanjut usia tersebut mengaku sudah berusaha melaporkan kondisi berbahaya ini kepada pihak pengawas yang sedang bekerja di lokasi. Saat itu, ada tim yang sedang melakukan perbaikan jalan menuju fasilitas umum kamar mandi, namun jawaban yang diterimanya belum memberikan kepastian perbaikan untuk huniannya.
"Saya sudah lapor ke bapak-bapak pengawas yang lagi perbaiki jalan ke kamar mandi. Tapi kata mereka, untuk perbaikan kamar belum ada perintah dari atas. Saya bingung dan khawatir sekali. Saya berharap kepada Danantara, semoga melalui pemberitaan ini mereka segera mendengar dan datang memperbaiki kondisi kamar kami yang banyak berlubang ini.
"Kami takut nanti terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi saya sudah tua begini. Kami juga belum tahu sampai kapan harus tinggal di sini dengan kondisi kamar yang sudah rusak begini," tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sari, warga lain yang juga menempati hunian di Blok A3. Ia menuding bahan bangunan yang digunakan untuk lantai tidak tahan lama. Menurut pengakuannya, lantai tersebut dibuat menggunakan bahan dasar triplek yang kini sudah keropos dan hancur. Akibat kondisi yang semakin parah dan mengkhawatirkan itu, Sari terpaksa mengungsi ke ruangan tetangga demi keselamatan diri dan keluarganya.
"Kondisi kamar saya juga sama, lantainya sudah berlubang di mana-mana. Ternyata bawahnya pakai triplek, jadi memang tidak tahan lama. Saya sudah tidak berani tidur atau beraktivitas di kamar itu lagi. Saya terpaksa mengungsi dan tidur di kamar sebelah, karena saya takut anak saya jatuh atau masuk ke dalam lubang lantai itu. Sangat berbahaya kalau ditinggalkan begitu saja," ungkap Sari.
Kerusakan lantai yang parah ternyata tidak hanya terjadi di Blok A3. Warga yang berada di Blok A4 juga menyampaikan keluhan yang persis sama. Salah satu penghuni Blok A4 yang ditemui menyebutkan, kondisi lantai di bloknya sudah dalam tahap mengkhawatirkan karena terasa mau ambles atau ambruk. Sebab utamanya sama, bahan lantai yang terbuat dari triplek tidak mampu menahan beban dalam jangka waktu pemakaian.
"Sama persis seperti di blok sebelah, lantai kami juga kondisinya sudah mau ambruk dan mau ambles. Semuanya karena bahannya triplek, jadi cepat rusak dan rapuh. Untuk itu kami berharap sekali kepada Danantara, sebagai pihak yang membangun, dapat segera datang dan memperbaiki kondisi kamar kami yang lantainya sudah mau jebol ini. Kami butuh tempat tinggal yang aman sementara waktu sampai rumah kami selesai dibangun," tegas warga Blok A4 tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon dan tindak lanjut nyata dari pihak pengelola maupun pembangun Huntara Simpang Empat Upah. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan agar tidak ada korban jiwa atau kecelakaan yang terjadi akibat bangunan yang mulai kropos.(Eri Efandi).