HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Tiga Bulan Pembangunan" Jembatan Gantung Perintis Garuda Jawaban Instruksi Presiden Pulihkan Infrastruktur


 
Aceh Tamiang-mediaadvokasi.id: Sebuah tonggak sejarah pemulihan infrastruktur wilayah tercipta di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda, sarana penghubung strategis yang menghubungkan wilayah Kampung Bandar Mahligai dengan Kampung Sekerak Kiri. Pembangunan jembatan ini menjadi jawaban nyata atas kesulitan akses yang dirasakan warga pasca terputusnya jalur penghubung akibat bencana banjir bandang yang melanda pada November 2025 lalu.
 
Informasi masi yang di terima awak media dari Grub Mitra Humas Aceh Tamiang pada Senin (11/05/2026), Peresmian ditandai dengan prosesi adat peusijuek dan pemotongan pita, sebagai tanda dimulainya pengoperasian jembatan gantung bagi seluruh masyarakat. Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan, dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten dan Staf Ahli Bupati, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), unsur Forkopimcam, Datok Penghulu, tokoh agama, serta ratusan warga setempat yang telah lama menantikan kehadiran fasilitas ini.
 
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI Angkatan Darat dan relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang telah berkontribusi besar dalam mewujudkan pembangunan akses vital ini. Menurutnya, kehadiran jembatan ini memiliki makna jauh lebih dalam sekadar struktur fisik penghubung antarwilayah.
 
“Jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai penghubung jalan antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan semangat kemajuan masyarakat Aceh Tamiang. Kehadiran jembatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menjadi penghubung utama antara Kampung Bandar Mahligai dan Kampung Sekerak Kiri,” tegas Bupati Armia di hadapan para hadirin.
 
Sebelumnya, akibat terputusnya jembatan lama yang terbawa arus banjir besar, sebanyak 893 Kepala Keluarga (KK) di kedua kampung tersebut harus berjuang menyeberangi Sungai Tamiang menggunakan perahu dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi, atau harus menempuh perjalanan memutar jarak jauh yang memakan waktu berjam-jam. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan anak-anak, hingga pelayanan kesehatan warga.
 
Bupati menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan. Dengan adanya jembatan baru ini, mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah, aman, dan cepat. Akses pengangkutan hasil pertanian ke pasar pun menjadi lebih lancar, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
 
“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk turut menjaga dan merawat jembatan ini agar dapat berfungsi dalam jangka waktu yang panjang dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.
 
Sementara itu, Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), guna mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.
 
“Pasca banjir bandang pada November 2025 lalu, akses antar desa di wilayah ini terputus total dan melumpuhkan aktivitas warga. Sesuai instruksi pimpinan, kami bergerak cepat. Alhamdulillah, pembangunan jembatan dengan panjang bentangan 280 meter dan lebar 1,2 meter ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan,” jelas Letkol Raden Subhi Fitra Jaya.
 
Jembatan gantung kokoh ini dibangun melalui kerja sama sinergis yang melibatkan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25 Siwah Lhoksukon, Yon TP 853 Pedawa Idi Aceh Timur, serta mitra kemanusiaan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Kolaborasi ini membuktikan bahwa semangat gotong royong antara unsur militer, pemerintah, dan elemen masyarakat sipil menjadi kekuatan utama dalam memulihkan kondisi daerah pasca bencana.
 
Dengan diresmikannya jembatan ini, harapan masyarakat Kecamatan Sekerak akan akses yang aman dan terjamin kini telah terwujud. Jembatan Gantung Perintis Garuda kini berdiri kokoh di atas aliran Sungai Tamiang, menjadi saksi kebangkitan dan bukti nyata kepedulian negara bagi kesejahteraan rakyatnya.(Eri Efandi).