Diduga Tak Sesuai Spesifikasi" Pengerjaan Revitalisasi TK Pembina Kuala Simpang Jadi Sorotan
June 02, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di TK Pembina Kuala Simpang yang dibangun dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp1,26 miliar kini menjadi sorotan tajam publik. Sejumlah temuan di lokasi proyek mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah tertuang dalam perencanaan, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terkait kualitas bangunan nantinya.
Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi, kejanggalan mulai terlihat jelas saat proses pengecoran bangunan berlangsung. Terlihat adanya dugaan penggunaan bahan bangunan atau material yang tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Kondisi ini memicu kekhawat bahwa mutu bangunan tidak akan memenuhi syarat keamanan dan ketahanan, padahal fasilitas ini nantinya akan digunakan oleh anak-anak usia dini.
Untuk mengonfirmasi hal tersebut, awak media telah berupaya meminta keterangan resmi kepada Kepala TK Pembina Kuala Simpang selaku pihak yang seharusnya memahami pelaksanaan program ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak sekolah belum diperoleh dan masih dalam proses menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Selain dugaan penyimpangan material, ketidakwajaran juga terlihat dari lemahnya sistem pengawasan di lapangan. Sepanjang pemantauan, keberadaan konsultan pengawas yang memiliki tugas utama memantau jalannya pekerjaan, memastikan kesesuaian teknis, dan mengontrol kualitas bangunan, sama sekali tidak terlihat. Padahal, peran ini sangat krusial agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan bebas dari penyimpangan.
Masalah lain yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah minimnya kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja. Para pekerja yang sedang beraktivitas di lokasi terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, padahal penggunaan helm, rompi keselamatan, dan perlengkapan lain merupakan kewajiban mutlak dalam setiap kegiatan konstruksi. Hal ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan para pekerja sekaligus menunjukkan kelalaian dalam penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Lemahnya pengawasan dari instansi terkait juga menjadi sorotan utama. Banyak pihak menilai pembangunan ini terkesan berjalan begitu saja tanpa adanya pengawasan yang ketat dan berkesinambungan dari dinas atau lembaga yang berwenang. Kondisi ini membuka celah yang cukup besar bagi terjadinya penyimpangan, baik dari segi mutu bangunan maupun penggunaan anggaran negara yang jumlahnya tidak sedikit.
Menyikapi rangkaian temuan yang meresahkan tersebut, masyarakat dan orang tua siswa berharap Dinas Pendidikan Aceh Tamiang segera turun tangan dan meningkatkan pengawasan secara signifikan terhadap seluruh proyek revitalisasi satuan pendidikan yang sedang berlangsung. Pengawasan yang ketat dan berjenjang dinilai sangat penting untuk menjamin setiap rupiah uang negara digunakan secara efektif, transparan, dan akuntabel.
Masyarakat juga menuntut jaminan bahwa hasil pembangunan nanti berkualitas tinggi, kokoh, serta aman digunakan oleh para peserta didik. Sebab, fasilitas pendidikan yang baik dan aman adalah hak setiap anak dan tanggung jawab bersama.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya menjaring klarifikasi dan tanggapan resmi dari pihak pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, maupun instansi terkait guna mendapatkan penjelasan atas seluruh temuan dan kejanggalan yang terjadi di lapangan.
Sampai berita di tayang kepala sekolah TK Pembina Kuala Simpang tidak menjawab konfirmasi masi awak media No HP: 08227237XXXX.(Eri Efandi).