HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















LGI Sumsel Dorong Pengawasan Ketat Pengadaan Sarana Olahan Pakan Ternak di OKU Timur

Martapura, MA – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur saat ini tengah melaksanakan program pengadaan sarana dan prasarana olahan pakan ternak ruminansia tahun anggaran 2026. Program dengan nilai pagu sebesar Rp5,4 miliar ini mencakup 15 paket pekerjaan yang tersebar di wilayah OKU Timur.

​Pengadaan yang dilaksanakan melalui metode E-Purchasing ini memiliki spesifikasi teknis yang komprehensif, mencakup 11 item peralatan utama per paket, mulai dari mesin mixer, hammer mill, peletizer, hingga kendaraan roda tiga guna mendukung efisiensi pengolahan pakan bagi kelompok masyarakat. 

Berdasarkan data realisasi terbaru, paket tersebut telah masuk dalam status on process dengan penyedia pelaksana CV ELBASA FOCUS UTAMA.

​Menanggapi bergulirnya program strategis ini, LSM Laskar Garuda Indonesia (LGI) DPW Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Al Anshor, S.H., C.MSP., memberikan sorotan khusus. 

Pihaknya menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran sebesar Rp360 juta per paket tersebut guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

​"Kami dari Laskar Garuda Indonesia Provinsi Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama mengawal ketat realisasi anggaran ini," ujar Ketua DPW LSM LGI Sumsel, Al Anshor, S.H., C.MSP.

​Lebih lanjut, Al Anshor menekankan bahwa pengawasan diperlukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan. 

"Program ini harus dikawal agar benar-benar tepat guna dan tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar ini justru jatuh ke tangan oknum-oknum tertentu yang hanya mementingkan keuntungan pribadi, sementara kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi secara maksimal," tegasnya.

​LSM Laskar Garuda Indonesia berkomitmen untuk memantau proses pelaksanaan di lapangan hingga barang-barang tersebut diterima dan digunakan oleh kelompok penerima manfaat sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. 

Harapannya, transparansi dalam proses pengadaan ini dapat terjaga hingga akhir masa kontrak pada Desember 2026 mendatang. (RED)