HEADLINE
Dark Mode
Large text article














Kementerian PU & Pemkab Aceh Tamiang Sepakati Percepatan Normalisasi Sungai

Aceh Tamiang—mediaadvokasi.id; Kabupaten Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, menerima kunjungan kerja Plt. Direktur Pengembangan Kawasan Strategis (PKS) Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kusuma Wardani, beserta rombongan. Pertemuan berlangsung di Aula Bupati Aceh Tamiang, Jumat (14/8/26), dan difokuskan pada pembahasan percepatan pembangunan serta penanganan sejumlah infrastruktur strategis di wilayah Bumi Muda Sedia.
 
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai agenda prioritas: normalisasi sungai, penanganan kawasan terdampak banjir, pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), penataan ruang publik, peningkatan pelayanan air minum, hingga penanganan kemiskinan ekstrem berbasis data.
 
Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas dukungan berkelanjutan dari Kementerian PU terhadap pembangunan dan pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang pascabencana. Ia secara khusus mendorong percepatan penataan Lapangan Tribun Aceh Tamiang agar segera dapat difungsikan — baik sebagai lokasi upacara kenegaraan dan daerah, maupun sebagai ruang publik sekaligus ikon daerah yang mampu menggerakkan aktivitas masyarakat dan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
 
Terkait mitigasi bencana, Bupati menekankan urgensi pelaksanaan normalisasi sungai secara menyeluruh — dari hulu hingga hilir — mengingat posisi Aceh Tamiang sebagai wilayah hilir yang sangat rentan terdampak lonjakan debit air dari kawasan hulu saat musim hujan.
 
“Penanganan sungai harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, risiko banjir dapat diminimalkan secara signifikan dan masyarakat lebih terlindungi dari ancaman bencana berulang,” tegas Bupati Armia.
 
Menanggapi hal tersebut, Plt. Direktur PKS DJCK Kementerian PU, Kusuma Wardani, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi di Aceh Tamiang dan telah mencatat seluruh kebutuhan penanganan infrastruktur yang mendesak.
 
“Untuk tahun ini, kami fokus melaksanakan sejumlah pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah diidentifikasi bersama pemerintah daerah. Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan tepat waktu dan sesuai target, sehingga manfaatnya segera dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Kusuma.
 
Dalam penataan kawasan, Kementerian PU juga menegaskan akan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan — dengan tetap mempertahankan vegetasi yang masih baik — serta melengkapi fasilitas pendukung di area Lapangan Tribun, seperti toilet umum dan musala untuk kenyamanan pengunjung.
 
Selain infrastruktur fisik, pertemuan juga membahas pembenahan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta penyediaan dukungan peralatan guna menjamin keberlangsungan pelayanan air minum, khususnya dalam kondisi darurat. Pemerintah pusat juga menyoroti pentingnya penanganan kemiskinan ekstrem berbasis data by name by address, terutama bagi keluarga yang belum memiliki akses air minum layak dan sanitasi yang memadai di desa-desa yang tercatat dalam basis data kependudukan daerah.
 
Kunjungan kerja ini memperkuat komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kementerian PU untuk mempererat sinergi pusat–daerah, mempercepat pembangunan dan pemulihan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan dasar publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang secara berkelanjutan.(Eri)