Lewat Program "Kelas Berdaya", Pertamina EP Rantau Field Bekali Siswa SLBN Pembina Aceh Tamiang Pengetahuan Tanggap Bencana dan Kepedulian Lingkungan
August 21, 2026
Aceh Tamiang—mediaadvokasi.id:
Pertamina EP Rantau Field kembali hadir membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui program unggulan bertajuk "Kelas Berdaya", perusahaan memberikan pembelajaran tanggap bencana serta kepedulian lingkungan kepada 35 siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang. Pelatihan ini dirancang sebagai ilmu dasar yang harus dipahami seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat berkebutuhan khusus, agar lebih siap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana serta menjaga kelestarian alam.
Kegiatan pembelajaran yang dimulai sejak pagi ini diikuti oleh para siswa SLBN setingkat SD, SMP hingga SMA dengan berbagai latar belakang kebutuhan khusus. Dalam pelaksanaannya, program Kelas Berdaya menggandeng kelompok binaan Satgas Digdaya dan Program Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP), sehingga materi yang disampaikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta.
Pendidikan Kebencanaan dan Lingkungan Sangat Penting dengan Pendekatan Khusus
Wakil Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Budi Gunawan, menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan serta kepedulian lingkungan merupakan hal yang sangat penting untuk diberikan kepada siswa dan siswi yang memerlukan pendekatan khusus. Oleh karena itu, kegiatan Kelas Berdaya ini menjadi sarana yang sangat berharga dalam memberikan pengetahuan baru tentang cara pengurangan risiko bencana sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Acara ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka diajarkan terlibat dalam aksi penghijauan dan belajar mitigasi bencana. Kelas Berdaya sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri, kepedulian sosial, dan karakter peduli terhadap lingkungan," ujar Budi Gunawan saat mendampingi kegiatan.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa bagi anak-anak berkebutuhan khusus, pemahaman mengenai keselamatan diri dan lingkungan sekitar adalah hal yang mendasar. Dengan pendekatan yang sabar, ramah, dan metode yang disesuaikan, pengetahuan tersebut dapat diserap dengan baik sehingga mereka juga dapat berperan aktif dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungannya.
Kegiatan Kelas Berdaya diawali dengan penyerahan bantuan berupa puluhan jenis alat kebersihan, meliputi sapu, serokan, kain pel, hingga ember. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung sarana penunjang kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah yang menjadi tempat belajar sehari-hari para siswa.
Setelah penyerahan bantuan, dilanjutkan dengan kegiatan penanaman 42 bibit pohon di pelataran sekolah yang melibatkan para siswa, guru, serta perwakilan manajemen Pertamina EP Rantau Field. Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata mitigasi berbasis alam untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menekan dampak perubahan iklim.
"Menanam pohon sebagai mitigasi berbasis alam untuk mengurangi risiko banjir dan dampak perubahan iklim. Seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim," ungkap Budi.
Kegiatan penanaman ini juga menjadi momen pembelajaran langsung bagi para siswa untuk mengenal tanaman, memahami manfaat pepohonan bagi lingkungan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk merawat alam sejak dini.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Mulki Hakiem Adli Mustaqiem, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang berkelanjutan. Program Kelas Berdaya secara khusus dirancang untuk memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas para siswa dan siswi berkebutuhan khusus, sehingga mereka juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berpengetahuan, dan bermanfaat bagi lingkungan.
"Kami percaya bahwa perubahan selalu diawali dengan langkah-langkah sederhana. Seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, dan membangun kepedulian sejak dini," ungkap Mulki Hakiem Adli Mustaqiem.
Lebih lanjut, Mulki menjelaskan bahwa materi pelatihan dalam program Kelas Berdaya dirancang secara khusus agar mudah dipahami melalui metode visual dan praktik langsung. Para siswa diperkenalkan langkah-langkah pencegahan dan evakuasi yang harus diambil dalam situasi darurat, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar tempat tinggal maupun sekolah.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan penting terkait keselamatan dan lingkungan. Anak-anak berkebutuhan khusus juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan bermanfaat untuk masa depan mereka," tambahnya.
Profil Pertamina EP Rantau Field dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan. PT Pertamina EP Rantau Field merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh. Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) serta Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA). Area operasional PEP Rantau tersebar di empat kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan 20 desa, sehingga interaksi dan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar menjadi sangat penting.
Selain menjalankan tugas utama di bidang energi, PEP Rantau Field secara konsisten menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada berbagai bidang, meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga tanggap bencana. Seluruh program tersebut dirancang guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, sejalan dengan prinsip pembangunan yang berkeadilan dan ramah lingkungan.
Dengan adanya program Kelas Berdaya ini, diharapkan benih-benih kepedulian, ketangguhan, dan kepercayaan diri yang telah ditanamkan dapat tumbuh dan berkembang bersama para siswa SLBN Pembina Aceh Tamiang, menjadikan mereka generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan dan peduli terhadap alam serta sesama. Semangat berdaya, untuk masa depan yang lebih baik!. (Eri Beo).