HEADLINE
Dark Mode
Large text article

"ENJOY", Walikota Palembang Tegaskan Komitmen Penanganan Bencana dan Kepemimpinan yang Terukur


PALEMBANG, MA — Pemerintah Kota Palembang menyampaikan klarifikasi resmi terkait dinamika pemberitaan mengenai penanganan bencana kabut asap, potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta respons Pemkot terhadap dampak musim kemarau di wilayah Kota Palembang.


Luruskan Persepsi Istilah "Enjoy": Fokus pada Ketenangan dan Kontrol Diri Pemimpin

Menanggapi berkembangnya wacana publik terkait kutipan istilah “enjoy” oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Pemkot Palembang menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan konteks acuh, senang, ataupun menganggap ringan penderitaan warga.

Pemkot Palembang secara tegas dan jelas menekankan bahwa seorang pemimpin yang tenang serta memiliki fisik yang sehat adalah kunci utama untuk menciptakan solusi yang terukur di tengah situasi krisis. Ketenangan mental mencegah kepanikan mengambil alih proses pengambilan keputusan, sementara kesiapan fisik yang prima memastikan seorang pemimpin mampu bergerak cepat dan responsif mengawal penanganan bencana di lapangan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan bahwa konteks istilah tersebut adalah bentuk ketegaran seorang kepala daerah saat menahkodai situasi krisis tanpa kepanikan.

“Tidak ada kata 'enjoy' dalam arti senang ketika warga sedang mengalami kesulitan. Yang saya maksudkan adalah seorang pemimpin harus tetap tenang, sehat, dan fokus dalam memimpin penanganan krisis. Ketenangan dan stamina fisik yang terjaga memungkinkan kita bertindak cepat, berpikir jernih, dan menghadirkan solusi yang terukur untuk melindungi masyarakat,” tegas Ratu Dewa.

Aksi Maraton Lapangan: Pemadaman Lintas Batas dan Bantuan Air Bersih

Ketenangan dan kesiapan fisik kepemimpinan tersebut ditunjukkan secara nyata melalui aksi maraton di lapangan. Pada Minggu malam (4/10/2026), Wali Kota Palembang turun langsung hingga larut malam memimpin pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Talang Jambe, perbatasan Palembang–Banyuasin, tepat pada keesokan Paginya Video yang memicu kata "enjoy" tersebut tayang.

Meskipun titik api (firespot) terindikasi berada di luar garis administrasi Kota Palembang, Pemkot Palembang melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkarmat) serta BPBD Kota Palembang tetap menerjunkan armada penuh untuk memadamkan api. Prinsip utama yang dipegang Pemkot adalah bahwa dampak asap tidak mengenal batas wilayah administrasi.

Langkah lapangan dilanjutkan secara maraton pada malam yang sama dengan peninjauan dan penyaluran bantuan air bersih tangki secara langsung bagi masyarakat terdampak kemarau panjang di wilayah Plaju Darat.


Langkah Konkret Penanganan Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Sebagai bentuk komitmen perlindungan publik melalui kebijakan yang terukur, Pemkot Palembang telah menginstruksikan penanganan lintas sektor:

  1. Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam: Seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan daerah disiagakan penuh untuk penanganan pasien ISPA, didukung distribusi masker gratis intensif bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
  2. Penyesuaian Aktivitas Sekolah: Kebijakan penyesuaian jam dan kegiatan belajar mengajar (KBM) diberlakukan secara fleksibel untuk meminimalkan paparan polusi udara pada peserta didik.
  3. Penegakan Regulasi Lahan: Pemkot Palembang tengah menyiapkan regulasi tegas (Perwali) terkait sanksi bagi pemilik atau pengelola yang menelantarkan lahannya hingga memicu timbulnya titik api.

Pemkot Palembang mengajak seluruh insan pers dan elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga kondusivitas, serta menyajikan informasi secara utuh guna mendukung upaya bersama mengatasi dampak bencana krisis iklim ini. (Red)