HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Berhasil Gagalkan Pencurian Minyak" Pertamina EP Rantau Field Amankan 5 Pelaku dan Ratusan Liter Crude Oil


Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id: 
PT Pertamina EP Rantau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, kembali menunjukkan kewaspadaan dan kesiapannya dalam menjaga aset energi nasional, tim keamanan bersama aparat berwenang berhasil menggagalkan aksi pencurian minyak mentah yang terjadi di wilayah operasional perusahaan, tepatnya di Dusun Maju, Desa Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Jumat (24/04/2026) 
 
Keberhasilan penindakan ini berawal dari laporan atau informasi yang diterima dari masyarakat setempat yang melihat aktivitas mencurigakan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti secara cepat dan tegas oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas keamanan Pertamina, TNI, dan Polri.
 
Dalam operasi pengamanan tersebut, aparat berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku tindak pidana pencurian minyak ilegal (illegal tapping). Selain menangkap pelaku, tim juga menyita sejumlah barang bukti yang cukup banyak dan lengkap, yang digunakan untuk mendukung aksinya.

Informasi yang di terima awak media dari Grub PEP Rantau Rumah Kita pada Selasa (28/04/2026), Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, 
membenarkan kejadian tersebut dan memaparkan rincian barang bukti yang berhasil diamankan di lokasi kejadian.
 
“Barang bukti yang kami amankan antara lain satu unit kendaraan truk colt diesel, satu set rangkaian peralatan tapping, pipa galvanis sepanjang 3 meter, selang nilon berdiameter satu inci sepanjang 350 meter, serta 53 buah drum kosong. Selain itu, kami juga berhasil mengamankan minyak mentah hasil curian sebanyak 365 liter,” jelas Tomi.
 
Ditemukannya sejumlah peralatan ini membuktikan bahwa aksi yang dilakukan merupakan tindakan yang sudah direncanakan dan menggunakan peralatan khusus untuk menyadap pipa aliran minyak.
 
Lebih lanjut, Tomi menjelaskan modus operandi yang digunakan oleh para pelaku. Mereka memanfaatkan kondisi operasional jalur pipa yang sedang berjalan untuk melakukan penyadapan.
 
"Modus para pelaku yaitu memanfaatkan situasi jalur pipa minyak yang sedang melakukan pemompaan dari PEP Rantau Field menuju PEP Pangkalan Susu. Mereka melakukan tapping atau penyadapan pada pipa utama, kemudian mengalirkan minyak tersebut ke dalam kendaraan dan wadah yang telah mereka siapkan sebelumnya," imbuh Tomi.
 
Aksi ilegal ini jelas sangat merugikan negara dan membahayakan keselamatan, mengingat pipa tersebut membawa fluida yang mudah terbakar dan bertekanan.
 
Keberhasilan dalam pengamanan aset ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antar instansi. Tomi menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin.
 
“Kami mengapresiasi sinergi yang sangat baik antara petugas keamanan bersama TNI dan kepolisian dalam menggagalkan aksi ini. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi penting kepada kami. Ini membuktikan bahwa kepedulian warga sangat tinggi dalam menjaga aset daerahnya,” ujarnya.
 
Pertamina EP Rantau Field menegaskan akan terus memperkuat sistem pengamanan wilayah operasi. Hal ini dilakukan melalui patroli rutin, pengawasan teknologi, serta sinergi yang terus dipererat dengan aparat penegak hukum dan masyarakat.
 
Perusahaan juga mengingatkan bahwa aksi pencurian minyak tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga memiliki risiko keamanan yang sangat tinggi, seperti potensi ledakan, kebakaran, hingga pencemaran lingkungan yang dapat membahayakan nyawa pelaku maupun masyarakat sekitar.
 
“Kami mengimbau masyarakat sekitar untuk terus berperan aktif dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan pipa maupun fasilitas operasi migas,” tegasnya.
 
Sebagai bagian dari Pertamina Hulu Energi Subholding Upstream, Pertamina EP Rantau Field memiliki komitmen penuh untuk menjaga integritas aset negara yang merupakan Barang Milik Negara (BMN) sekaligus Objek Vital Nasional (Obvitnas). Upaya ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi yang aman dan lancar.(Eri Efandi) .