Ismail: PGRI Berperan Signifikan, Membantu Daerah Dari Bencana Hingga Pemulihan
April 26, 2026
AcehTamiang–mediaadvokasi.id: WabupWakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I., secara resmi membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-23 Kabupaten Aceh Tamiang. Acara berlangsung di FN Kafe Kampung Dalam, pada Sabtu (25/04/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Ismail menyampaikan apresiasi tinggi atas peran aktif PGRI di daerah ini. Ia menilai organisasi tersebut telah memberikan kontribusi signifikan, khususnya sejak masa bencana hingga proses pemulihan saat ini.
"PGRI telah terbukti menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang," ujarnya.
Menanggapi aspirasi para guru terkait penggunaan atribut, Wabup Ismail memberikan kabar baik. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperbolehkan seluruh tenaga pendidik untuk mengenakan pakaian batik setiap hari Rabu. "Pada hari Rabu mendatang, silakan Bapak/Ibu guru mengenakan baju batik," tegasnya.
Hal ini sejalan dengan harapan Ketua PGRI Aceh, Al Munzir, yang berharap adanya surat edaran resmi terkait penggunaan batik Korpri pada hari Rabu maupun hari besar nasional. Al Munzir juga menegaskan bahwa PGRI siap menjadi mitra pemerintah dan telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh maupun Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyoroti persoalan yang masih dihadapi tenaga pendidik, khususnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar khusus untuk pembayaran honorarium kelompok tersebut.
"Kami menyadari kondisi ini belum ideal, namun pemerintah berupaya memberikan solusi terbaik secara bertahap. Kami meminta Bapak/Ibu untuk bersabar sembari menunggu kebijakan yang lebih baik ke depan," kata Ismail.
Ia menambahkan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bersinergi mencari solusi agar kesejahteraan guru dapat terpenuhi sepenuhnya.
Wabup juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan guru melalui dukungan Forkopimda. Ia mengingatkan pentingnya aspek legalitas, proporsionalitas, dan penyesuaian lingkungan kerja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Tamiang, M. Nurdin, melaporkan sejumlah capaian organisasi. Di antaranya adalah pembentukan kepengurusan di 12 kecamatan, pendataan anggota, serta peran aktif dalam penanganan bencana melalui pendirian posko dan penyaluran bantuan.
Konferensi ini mengusung tema "Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas" dan diharapkan melahirkan kepengurusan baru yang lebih solid. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Dayah, perwakilan Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Kantor Kementerian Agama, para kepala sekolah, serta ratusan dewan guru.(Eri Efandi).