HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Percepatan Pemulihan, BNPB Fokus Bangun Huntara Dan Perbaikan Rumah Di Aceh Tamiang


 
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id: 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus bergerak cepat dalam upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi para penyintas bencana, guna memastikan warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman.
 
Kepala BNPB, Letjen TNI (Purn) Suharyanto, menegaskan bahwa pembangunan Huntara ini harus segera diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
 
“Pembangunan harus rampung agar penyintas segera menempati hunian,” tegas Suharyanto, Kamis (23/04/2026).
 
Ia menekankan bahwa aspek percepatan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana kali ini. Target penyelesaian pembangunan ditetapkan hanya dalam waktu lima hari ke depan agar bantuan dapat segera dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan. 

Langkah pembangunan Huntara ini merupakan inisiatif khusus yang diambil BNPB untuk menjawab kondisi khusus yang dialami sebagian korban. Diketahui, sebagian penyintas sebelumnya tinggal di rumah sewa yang mengalami kerusakan berat akibat bencana.
 
Karena tidak memiliki kepemilikan atas rumah atau tanah tempat mereka tinggal, kelompok ini secara administrasi tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah reguler dari pemerintah. Kondisi ini memaksa mereka untuk mengungsi di tempat-tempat yang dinilai tidak layak huni dan sangat memprihatinkan.

“BNPB mengambil inisiatif membangun Huntara bagi warga tersebut,” ujar Suharyanto. Ia menilai langkah ini sangat penting untuk membantu kelompok masyarakat yang dianggap paling rentan dan membutuhkan perlindungan segera.
 
Meski jumlah pastinya masih dirincikan, diketahui terdapat usulan penambahan pembangunan sebanyak 97 unit yang diajukan dari pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
 
Selain fokus pada pembangunan Huntara, BNPB juga terus mendistribusikan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang memiliki kepemilikan bangunan. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
 
Berdasarkan data yang ada, total rumah yang terdampak dan menerima bantuan mencapai ribuan unit dengan berbagai tingkatan kerusakan, yaitu:
 
- 2.336 unit rumah rusak ringan,
- 1.722 unit rumah rusak sedang,
- 1.889 unit rumah rusak berat.
 
Distribusi bantuan ini difokuskan di empat kecamatan yang menjadi wilayah terdampak utama, yaitu Kecamatan Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara.
 
Dari keempat wilayah tersebut, Kecamatan Rantau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak, disusul oleh tiga kecamatan lainnya secara berturut-turut.
 
“Kami terus memastikan bantuan tepat sasaran dan cepat tersalurkan,” ucap Kepala BNPB.
 
Dengan berbagai upaya ini, BNPB menegaskan komitmen kuatnya untuk terus mendampingi dan mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin.(Eri Efandi).