HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Babak Baru Perkara Distribusi Semen: Kejati Sumsel "Gilas" Aset Batching Plant PT KMM!


PALEMBANG, MA – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) terus menunjukkan taringnya dalam membongkar gurita dugaan korupsi pendistribusian semen yang menyeret PT KMM. Tak sekadar memeriksa saksi, Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) kini bergerak agresif dengan menyita aset vital perusahaan senilai miliaran rupiah pada Kamis (30/4/2026).

Penyitaan ini menyasar jantung operasional PT KMM yang berlokasi di kawasan strategis Jl. Soekarno Hatta, Alang-Alang Lebar. Langkah berani ini diambil berdasarkan izin resmi dari Ketua Pengadilan Tipikor Palembang guna mengamankan barang bukti atas dugaan praktik lancung yang terjadi sepanjang tahun 2018-2022.

Bukan aset sembarangan, penyidik menyita satu unit mesin konstruksi kelas berat: Batching Plant Concrete SICOMA 2,5 M3. Mesin ini merupakan infrastruktur utama dalam produksi beton, yang kini harus berhenti beroperasi demi kepentingan hukum.

Rangkaian aset yang resmi "disapu" penyidik meliputi:

  •  Unit Pengolahan: Aggregate Storage Group  dan Concrete Mixer.
  • Inti Produksi: Main Chasis Section (sistem timbangan semen & air) serta Control Cabin.
  • Pendukung: Cement Silo, unit Generator Set, hingga seluruh aksesorisnya.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, SH., MH., menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pihak-pihak yang mencoba bermain dengan anggaran negara. Penyitaan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memulihkan kerugian akibat dugaan korupsi distribusi semen di Sumatera Selatan.

"Penyitaan dilakukan secara total terhadap aset-aset yang diduga berkaitan dengan perkara ini. Situasi di lapangan terkendali, dan tim kami akan terus mengejar bukti-bukti lain tanpa kompromi," tegas Vanny.

Kasus yang menjerat PT KMM ini menjadi sorotan publik karena menyangkut distribusi komoditas strategis—semen—di seluruh wilayah Sumsel selama periode empat tahun. Dengan disitanya alat-alat produksi ini, publik kini menanti siapa saja aktor intelektual di balik skandal yang diduga telah merugikan daerah tersebut.

Kejati Sumsel memastikan penyidikan tidak akan berhenti di sini. Akankah ada tersangka baru yang terseret dalam pusaran korupsi ini? Proses hukum yang sedang berjalan akan segera menjawabnya.