Banjir Reda" Harapan Mengalir: Wabup Ismail Terima 11 Unit Ambulans Dari Pemerintah Pusat
May 06, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id: Semangat kebangkitan dan pemulihan pascabencana terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin (04/05/2026), suasana haru dan syukur menyelimuti halaman Kantor Dinas Kesehatan setempat, saat Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., secara resmi menerima bantuan sebanyak 11 unit ambulans dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam upaya mempercepat pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ismail menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI, Menteri Kesehatan, serta Menteri Pekerjaan Umum. Menurutnya, respon cepat yang diberikan oleh pemerintah pusat sangat membantu meringankan beban masyarakat dan pemerintah daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah warga dan infrastruktur jalan, tetapi juga melumpuhkan akses layanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, bantuan unit ambulans ini merupakan respon cepat dan perhatian luar biasa dari pemerintah pusat terhadap kebutuhan mendesak di daerah kita,” ujar Wabup Ismail dengan penuh rasa syukur.
Kegiatan ini mengusung tema yang sangat menyentuh dan penuh makna, yaitu "Banjir Reda, Harapan Mengalir". Tema ini dipilih untuk menggambarkan semangat juang masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat bencana.
Meskipun situasi saat ini sudah mulai kondusif dan air telah surut, Wabup menekankan bahwa proses normalisasi pascabencana membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan kembali beroperasi dengan kapasitas maksimal serta memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap potensi bencana di masa depan.
Hadir mewakili Menteri Kesehatan, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, S.K.M., M.Kes., menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi yang baik antar berbagai pihak, termasuk dukungan dana dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau CSR.
“Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya sekadar penyediaan sarana dan prasarana fisik semata. Lebih dari itu, diperlukan pembentukan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Reaksi Cepat di Aceh Tamiang. Hal ini penting agar penanganan bencana di masa depan dapat dilakukan lebih cepat, tanggap, dan terkoordinasi dengan baik,” jelas Agus Jamaludin.
Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pelatihan khusus terkait manajemen bencana bagi tenaga kesehatan di daerah. “Kami berharap bantuan ambulans ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memberikan pelayanan yang lebih prima,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakim, merincikan pembagian unit ambulans yang diterima. Dari total 11 unit, sebanyak 10 unit akan didistribusikan langsung ke Puskesmas-puskesmas yang terdampak langsung, sedangkan 1 unit lainnya akan ditempatkan di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang.
Adapun daftar Puskesmas penerima bantuan tersebut meliputi:
1. Puskesmas Karang Baru
2. Puskesmas Bandar Pusaka
3. Puskesmas Bendahara
4. Puskesmas Sungai Iyu
5. Puskesmas Banda Mulia
6. Puskesmas Kejuruan Muda
7. Puskesmas Kota Kualasimpang
8. Puskesmas Tamiang Hulu
9. Puskesmas Rantau
10. Puskesmas Simpang Kiri
Dengan adanya penambahan armada baru ini, diharapkan akses pelayanan medis darurat dan rujukan menjadi jauh lebih cepat dan menjangkau seluruh pelosok wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Acara serah terima bantuan ini berlangsung khidmat dan turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tamiang, para Asisten Setdakab, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Kepala Puskesmas yang menerima bantuan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan sektor kesehatan di daerah.(Eri Efandi).