HEADLINE
Dark Mode
Large text article






Terungkap! Ini Dalang Penyuap Bupati Muara Enim di Balik Mega Proyek E-Katalog Pendidikan

Jakarta, MA – Misteri mengenai Perempuan pihak swasta yang menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk menyuap Bupati Muara Enim, H. Edison, beserta jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat akhirnya terbongkar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Cory Erin Hardi, seorang Marketing dari PT Millenium Solusi Abadi, sebagai tersangka pemberi suap. 

Usai menjalani pemeriksaan maraton di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (9/6/2026), Cory keluar mengenakan rompi oranye khas tahanan lembaga antirasuah tersebut dengan tangan diborgol. Ia memilih bungkam dan menunduk saat dicecar pertanyaan oleh awak media sebelum digiring menuju mobil tahanan. 

Penetapan tersangka dari pihak swasta ini membuka kotak pandora mengenai gurita monopoli Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di sektor pendidikan Kabupaten Muara Enim. Siapa sebenarnya PT Millenium Solusi Abadi dan apa kepentingannya di Muara Enim?

Berdasarkan penelusuran forensik digital pada sistem E-Katalog LKPP (INAPROC), PT Millenium Solusi Abadi adalah perusahaan berstatus Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) yang berdomisili di Kota Administrasi Jakarta Utara. 

Perusahaan ini memiliki spesialisasi suplai barang yang sangat sejalan dengan potensi pengadaan "jumbo" di Disdikbud Muara Enim: Buku Pendidikan, Lembar Kerja Siswa (LKS), Terdapat benang merah yang sangat tebal antara etalase PT Millenium Solusi Abadi dengan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Disdikbud Muara Enim Tahun Anggaran 2026. 

Mega Proyek LKS Rp7,46 Miliar, Disdikbud Muara Enim diketahui telah mengunci anggaran sebesar Rp4,66 Miliar untuk LKS SD dan Rp2,8 Miliar untuk LKS SMP melalui metode E-Purchasing. 

Harga per "paket" LKS dipatok sangat tinggi, yakni Rp100.000 untuk pengadaan massal puluhan ribu siswa. Di saat yang sama, etalase PT Millenium Solusi Abadi dipenuhi ratusan judul buku bacaan, ensiklopedia anak, dan buku pengayaan karakter dengan rentang harga puluhan hingga mendekati seratus ribu rupiah per eksemplar. Angka penjualan pada produk mereka di sistem menunjukkan angka ribuan, mengindikasikan telah terjadi pembelian massal oleh instansi publik lainnya.

Jika produk ini diborong untuk ratusan sekolah di Muara Enim tanpa melalui proses negosiasi atau perbandingan harga (lelang terbuka), selisih harganya berpotensi menjadi "dana taktis" yang mengalir kembali kepada oknum pejabat daerah.

Ketua DPW Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan, Al Anshor.,SH.,C.MSP., menegaskan bahwa suap yang dilakukan oleh oknum Marketing tersebut bukanlah sekadar uang pelicin biasa, melainkan "uang muka" (down payment) untuk mengamankan klik transaksi di sistem E-Katalog. 

"Sistem E-Purchasing sering kali dijadikan tameng seolah-olah pengadaan sudah transparan. Padahal, modusnya adalah vendor sudah melobi PPK dan Kepala Daerah di belakang layar. Saat anggaran cair, PPK tinggal mencari nama PT Millenium Solusi Abadi di sistem dan mengklik pesanan puluhan miliar rupiah tersebut tanpa perlu tender," bongkar Al Anshor. 

Jejak digital pemborongan buku doleh PT Millenium Solusi Abadi kini menjadi bukti mati yang mengantarkan Bupati Muara Enim ke balik jeruji besi. (RED)