LGI Sumsel Soroti Keganjilan Promosi Jabatan Camat di Palembang
PALEMBANG, MA – Lembaga Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan angkat bicara mengenai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026.
LGI Sumsel menyoroti secara khusus mekanisme promosi jabatan yang dinilai sarat tanda tanya, terutama terkait penempatan Dony Arfi, SH., MM., sebagai Camat Bukit Kecil.
Menurut penelusuran tim LGI, rekam jejak yang bersangkutan di Palembang terbilang masih sangat baru.
"Dari informasi yang kita himpun, Dony bukanlah 'pemain lama' di birokrasi Palembang. Kabarnya, beliau adalah pendatang dari luar daerah yang baru 'hijrah' ke kota ini dan menduduki posisi Plt Lurah Plaju Ilir pasca purnabakti lurah sebelumnya pada Februari lalu," terang Ketua DPW LGI Sumsel, Al Anshor, S.H., C.MSP.
Ketua LGI Sumsel, Al Anshor, SH., mengungkapkan kekhawatirannya terhadap transparansi proses seleksi pejabat tersebut.
"Kami melihat adanya fenomena 'jalur cepat' yang mencurigakan. Seseorang yang baru mengisi posisi Pelaksana Tugas (Plt) Lurah secara tiba-tiba langsung dipromosikan menjadi Camat definitif. Ini tentu mencederai rasa keadilan bagi ASN lain yang telah berkarir lama dan menunjukkan dedikasi di lingkungan Pemkot Palembang," tegas Al Anshor.
LGI Sumsel secara tegas menuntut Pemerintah Kota Palembang untuk membuka data dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Pihaknya mempertanyakan apakah proses mutasi dan promosi ini telah berdasarkan sistem meritokrasi?
"Jika benar yang bersangkutan adalah ASN mutasi dari luar daerah, apakah sudah mengikuti seluruh tahapan seleksi ketat seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Wali Kota?Jangan sampai jabatan strategis seperti Camat diberikan tanpa melalui mekanisme meritokrasi yang benar, hanya berdasarkan kepentingan segelintir pihak," tambah Al Anshor.
LGI Sumsel berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik di Sumatera Selatan. Organisasi ini menegaskan bahwa setiap posisi jabatan dalam pemerintahan harus diisi oleh figur yang kompeten dan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya LGI Sumsel untuk meminta klarifikasi langsung kepada Dony Arfi terkait rekam jejak dan pola karirnya tidak membuahkan hasil yang substansial.
Saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp pada Minggu (28/6), yang bersangkutan merespons ucapan selamat yang diberikan, namun enggan menjawab rentetan pertanyaan spesifik mengenai jabatan apa yang ia emban sebelum menjadi Plt Lurah Plaju Ilir, maupun kebenaran status mutasinya dari luar daerah.
Ia berdalih belum mulai berkantor aktif dan belum bertatap muka dengan jajaran di kecamatan baru tersebut, sehingga membiarkan pertanyaan terkait rekam jejak pribadinya menggantung tanpa jawaban. (Red)
