HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Sempat Alami Peningkatan Angka ISPU Tidak Sehat, Dinas Lingkungan Hidup Limapuluh Kota Terus Pantau Kualitas Udara

 


Kab. Limapuluh Kota, MA - Menanggapi situasi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota gencar melakukan pemantauan kualitas udara didaerahnya. Letak daerah yang bersebelahan langsung dengan Provinsi Riau tersebut, sehingga Kabupaten Limapuluh Kota berpotensi menjadi wilayah sangat terdampak akibat kabut asap tersebut. 


Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nopriadi Syukri, ST. kepada media pada Kamis (3/9/26) Membenarkan hal tersebut, menurutnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya merupakan kiriman dari daerah-daerah tetangga yang mengalami Karhutla.


"Kabut Asap yang menyelimuti Limapuluh Kota dan sekitarnya merupakan salah satu daerah yang terdampak akibat kiriman dari daerah daerah tetangga yang mengalami Karhutla dan memiliki titik panas (Hotspot) pemicu timbulnya kabut asap." Ujar Nopriadi.


"Kita juga sudah melakukan pemantauan kualitas udara, dan pada tanggal 24 bulan agustus lalu kita juga menemukan terjadinya kenaikan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) diangka 155 nilainya yang angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat, namun akibat daerah kita sering turun hujan dan kecepatan angin yang masih tinggi. sehingga kembali Hasil Pemantauan ISPU kembali normal." Terang Kadis Lingkungan Hidup Limapuluh Kota.


Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota, Nopriadi Syukri juga menambahkan. Walau telah terjadi penurunan angka pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Namun pihaknya akan terus melakukan pemantauan angka ISPU hingga kembali normal. hal itu merupakan salahsatu upaya Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota guna mengantisipasi dini terjadinya masalah kesehatan pada masyarakat akibat kualitas udara yang tidak sehat.


"Hingga saat ini kita akan terus memantau angka ISPU di Kabupaten Limapuluh Kota, Walau sempat mengalami peningkatan pada ISPU tersebut namun sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan angka. serta mengantisipasi agar tidak terjadinya permasalahan terhadap kondisi kesehatan masyarakat kita. Selain itu pemerintah pusat juga terus gencar melakukan penanganan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi dibeberapa daerah."Pungkas Nopriadi Syukri. (Arief Wisa)