Jarak Pandang Menurun Saat Dini Hari, Ratu Dewa Imbau Warga Palembang Waspada
PALEMBANG, MA — Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas pada malam hari hingga pagi, terutama ketika kabut asap menyebabkan jarak pandang menurun. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan polusi udara.
Pengendara sepeda motor maupun mobil diminta menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman ketika melintasi jalan dengan jarak pandang terbatas. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan imbauan yang disampaikan pada Jumat (16/10/2026), Ratu Dewa mengingatkan pentingnya kehati-hatian bagi warga yang harus melakukan perjalanan pada dini hari hingga menjelang subuh.
“Pengendara harus lebih berhati-hati ketika melintas dalam kondisi kabut asap. Nyalakan lampu kendaraan dan jangan memaksakan kecepatan apabila jarak pandang terbatas,” ungkapnya.
Kondisi kualitas udara Palembang turut menjadi perhatian. Berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat (16/10/2026) pukul 06.00 WIB, parameter PM2.5 tercatat mencapai 569, dengan kategori Berbahaya. Sementara itu, PM10 tercatat sebesar 1.039.
Tingginya angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk mengurangi paparan udara tercemar. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Dalam kondisi kabut tebal, pengendara disarankan menggunakan lampu dekat dan menghindari lampu jauh karena pantulan cahaya dapat mengganggu penglihatan. Penggunaan lampu hazard saat kendaraan tetap berjalan juga perlu dihindari karena dapat membingungkan pengguna jalan lainnya.
Jika jarak pandang terlalu terbatas, pengendara sebaiknya menunda perjalanan atau berhenti di lokasi yang aman hingga kondisi memungkinkan.
Selain keselamatan di jalan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.
Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker yang terpasang rapat untuk membantu mengurangi paparan partikel halus. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun melakukan pembakaran terbuka lainnya yang dapat memperburuk pencemaran udara.
Masyarakat yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau kesulitan bernapas diimbau segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Keselamatan harus menjadi prioritas. Warga Palembang diimbau tidak mengabaikan kondisi kabut asap, terutama saat malam hingga pagi, dengan tetap berhati-hati di jalan, menggunakan masker, dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.(Red)
