Masyarakat Aceh Singkil Desak PT.Nafasindo Kembalikan Lahan HPL Eks Transmigrasi UPT VIII-SKPE-SP ll Subulussalam
Aceh Singkil, Media Advokasi.id, Masyarakat yang tinggal di Desa Srikayu dan Desa Pea Jambu Kecamatan Singkohor Kabupaten Aceh Singkil mendesak PT. Nafasindo untuk segera mengembalikan Lahan HPL Eks Tramigrasi UPT VIII-SKPE-SP ll Subulussalam, karena pada sekitar 30 tahun silam, lahan tersebut telah dipinjam pakaikan kepada PT. Nafasindo.
Berdasarkan surat perjanjian yang ada pada Keuchik Srikayu dan surat pernyataan Direktur PT. Ubertraco/Nafasindo pada tahun 1995 silam, lahan tersebut seluas lebih kurang 122 hektar.
"Kepada PT. Nafasindo untuk segera mengembalikan lahan tersebut, sebelum kesabaran masyarakat desa Srikayu dan Pea Jambu, Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil habis," kata salah satu tokoh masyarakat di Desa tersebut dan juga merupakan mantan anggota DPRK Aceh Singkil, Ustad Aminullah Sagala, Senin (15/9) malam.
Menurut Aminullah, pada Pemerintahan yang lalu persoalan ini sudah pernah dibahas bersama dengan DPRK c/q komisi I DPRK Aceh Singkil dengan alternatif lain agar lahan 280 hektar dikembalikan kepada masyarakat dua desa, sebagai pengganti lahan 347.4 hektar yang diberikan kepada Koperasi Produksi Perjuangan Bersama/LSM Gempa dengan opsi penyerahan kepada pemerintahan desa melalui hibah barang.
Namun jalan yang ditempuh oleh masyarakat eks transmigrasi UPT VIII-SKPE-SP II Subulussalam tersebut masih buntu alias kacau balau, sehingga yang dapat dilepaskan dan disepakati oleh Pemerintah Daerah dan DPRK Aceh Singkil adalah lahan pertanian bagi Eks Kombatan seluas lebih kurang 100 hektar yang di incluv dari lahan 280 hektar tanah milik Pemda .
"Kami berharap kepada Pemerintah Aceh Singkil dan Komisi l DPRK Aceh Singkil, untuk segera mencarikan solusinya, agar permasalahan ini cepat diselesaikan dengan selalu mengedepankan kebenaran dan keadilan tanpa memandang apa dan siapa," ungkapnya.
Sebab, tambah Aminullah, hal ini sudah disampaikan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf beberapa waktu tepatnya pada saat acara syukuran 4 Pulau di Pendopo Bupati Aceh Singkill.
"Intinya Gubernur menyampaikan agar persoalan ini untuk dapat di carikan solusi, agar cepat selesai sebagaimana mestinya," pungkasnya.