LGI Sumsel Dukung Ratu Dewa Optimalisasi Aset BMD, Pasar Ikan Modern Jadi Sorotan
PALEMBANG, MA — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat (DPW LSM) Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan mendukung langkah Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam mendorong optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) agar aset pemerintah tidak sekadar tercatat secara administratif, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dukungan tersebut disampaikan LGI Sumsel menyusul keikutsertaan Ratu Dewa dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri ATR/BPN serta kepala daerah se-Indonesia pada 15 September 2026. Salah satu agenda yang dibahas adalah evaluasi pengelolaan BMD dan aset BUMD agar lebih produktif dan memberikan kontribusi terhadap PAD.
Ketua DPW LSM LGI Sumsel, Al Anshor, S.H., C.MSP., mengatakan bahwa semangat optimalisasi aset tersebut seharusnya segera diterapkan terhadap aset-aset Pemkot Palembang yang selama ini belum memberikan manfaat optimal.
“LGI Sumsel mendukung langkah Wali Kota Ratu Dewa untuk mengoptimalkan aset BMD. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah Bangunan Pasar Ikan Modern. Kami berharap momentum ini menjadi titik awal untuk benar-benar menghidupkan kembali aset tersebut,” ujar Al Anshor.
Menurut LGI Sumsel, Pasar Ikan Modern (PIM) layak menjadi salah satu prioritas evaluasi, mengingat fasilitas tersebut telah lama tidak beroperasi secara optimal. Pemberitaan pada Februari 2026 menyebut PIM di Jalan MP Mangkunegara telah tutup selama beberapa tahun, sementara Pemkot Palembang telah membahas rencana pemanfaatannya kembali.
Bahkan pada Agustus 2026, Pemkot Palembang diberitakan berencana mengaktifkan kembali PIM dengan konsep baru, termasuk pengembangan fungsi pasar sekaligus destinasi wisata.
“Jangan sampai aset yang dibangun dengan sumber daya publik hanya menjadi bangunan yang berdiri, tetapi tidak memberikan manfaat yang jelas. Kalau memang sekarang ada komitmen untuk mengoptimalkannya, LGI Sumsel tentu mendukung,” tegas Al Anshor.
LGI Sumsel mendorong agar revitalisasi PIM tidak hanya berorientasi pada menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, tetapi juga memiliki target pengelolaan yang terukur.
Menurut Al Anshor, Pemkot perlu menjelaskan secara terbuka bagaimana konsep pengelolaan PIM ke depan, siapa pengelolanya, bagaimana pola pemanfaatan ruang, bagaimana menarik pedagang dan masyarakat, serta bagaimana kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan PAD.
“Kami mendukung Ratu Dewa mengoptimalkan BMD. Tetapi optimalisasi harus bisa diukur. Pasar Ikan Modern harus benar-benar hidup, dimanfaatkan, memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat, dan apabila menghasilkan penerimaan daerah, mekanismenya juga harus transparan dan akuntabel.” jelasnya.
LGI Sumsel juga melihat PIM memiliki potensi strategis karena sejak awal fasilitas tersebut memang dirancang sebagai pusat perdagangan ikan modern. ANTARA sebelumnya melaporkan PIM memiliki lebih dari 200 lapak serta fasilitas seperti cold storage dan instalasi pengolahan air limbah.
“Kami tidak ingin mengkritik kebijakan optimalisasi aset. Justru kami mendukung. Tetapi kami ingin memastikan aset seperti Pasar Ikan Modern benar-benar kembali memiliki fungsi dan manfaat. Ini kesempatan bagi Pemkot Palembang untuk membuktikan bahwa BMD bisa dikelola menjadi aset yang produktif,” pungkas Al Anshor. (Red)
