HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Penyidik Pidsus Kejari Palembang Periksa Lurah 9 Ulu

Lobi utama Kejaksaan Negeri Palembang (Foto : Ariel/SP)

PALEMBANG, MA - Dalami penyidikan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Bahan-bahan Bangunan dan Kontruksi Rutin Waskim tahun anggaran 2024 pada Dinas Perkimtan Kota Palembang, Tim Penyidik kembali melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Kali ini giliran Lurah 9/10 Ulu dan 6 Ketua Rukun Tetangga di wilayah Kecamatan Plaju, terkait perkara dimaksud.

Kasi Pidsus Kejari Palembang Arjansyah Akbar melalui Kasubsi A Intelijen Fachri Aditya mengatakan, Tim Penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap 7 orang saksi.

"Hari ini Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Palembang melanjutkan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi terkait indikasi tindak pidana korupsi yang berada di Dinas Perkimtan Kota Palembang, adapun saksi-saksi yang diperiksa yakni, R, AY, A, AN, S, FA Ketua RT di Kecamatan Plaju dan DM merupakan Lurah 9/10 Ulu," ujar Fachri, Senin (22/9/2025).

Fachri menjelaskan, pemeriksaan para saksi untuk Ketua RT di mulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.30 WIB. 

"Para saksi hadir memenuhi panggilan penyidik dan masing-masing saksi dari ketua RT diberikan 20 sampai 25 Pertanyaan," jelasnya. 

Fachri menegaskan, pemeriksaan saksi-saksi dilakukan dalam rangka mencari dan mengumpulkan alat bukti guna membuat terang tindak pidana yang terjadi dan untuk menemukan pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Palembang saat ini sedang melakukan penyidikan terkait anggaran dengan nilai kontrak sebesar Rp2.556.322.000 Tahun Anggaran 2024 pada Dinas Perkimtan, yang dipergunakan untuk kegiatan swakelola sebanyak 131 kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, diduga terdapat beberapa kegiatan fiktif dan kegiatan kurang volume yang mengindikasikan adanya perbuatan melawan hukum. (Ariel)