TP PKK Sumbar Gelar Rakerda 2025, Gubernur Sumbar Tekankan PKK Sebagai Penggerak Kesejahteraan Masyarakat HinggaTingkat Nagari
SUMBAR,MA - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Provinsi Sumatera Barat 2025 didampingi oleh Ketua TP PKK Ny. Harneli Mahyeldi, Senin (17/11/2025) di Aula Kantor Gubenuran. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan rencana kegiatan TP PKK Provinsi Sumbar Tahun 2026 yang akan datang.
Dalam berbagai hal, Mahyeldi menegaskan, Rakerda merupakan momentum penting untuk menyampaikan hasil rakernas kepada jajaran TP PKK hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan agar visi dan misi gerakan PKK dapat terwujud.
“PKK adalah tim penggerak. Oleh karena itu, tim ini harus mampu menggerakkan potensi yang ada di masyarakat untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan di wilayahnya masing-masing,” tegas Mahyeldi
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar juga menyampaikan, sejumlah isu penting yang masih perlu mendapat perhatian serius, mulai dari stunting, kontribusi terhadap narkoba, trafficking, pinjaman online ilegal, sanitasi lingkungan, hingga minimnya literasi digital keluarga.
Mahyeldi menambahkan, PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi penting kepada masyarakat. Ia mencontohkan, ketika muncul ancaman kesehatan seperti wabah rabies, TP PKK pun bergerak bersama Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi langsung kepada warga.
Gubernur juga menyinggung kerja sama Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAM) dengan kepolisian melalui program Restorative Justice, yang memungkinkan penyelesaian masalah sosial langsung di nagari tanpa proses pengadilan yang panjang.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, menyampaikan pentingnya peran TP-PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, fokus pada 10 Program Pokok PKK, meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan, dan sinergi dengan berbagai pihak. Beliau juga menekankan pentingnya inovasi, digitalisasi, pencegahan kekerasan pada anak, serta peningkatan gizi keluarga dan penurunan stunting.
Harneli juga mendorong pengurus PKK di setiap tingkatan untuk lebih inovatif dalam menggali sumber pendanaan melalui kerja sama dan pemanfaatan dana CSR, mengingat kapasitas anggaran daerah yang beragam. Ia meminta kabupaten/kota memberikan perhatian khusus terhadap alokasi anggaran PKK hingga tingkat kecamatan agar program dapat berjalan optimal
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, rakerda ini diharapkan dapat memperkuat gerakan PKK di seluruh tingkatan agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Ketua Pelaksana, Mutmar Yeny Dalmis, melaporkan bahwa Rakerda ini menjadi forum konsolidasi antara PKK provinsi dan kabupaten/kota. Agendanya meliputi evaluasi program tahun sebelumnya, penyelarasan rencana kerja dengan kebijakan pusat dan daerah, penguatan kelembagaan, penetapan prioritas strategi, hingga pembahasan rekomendasi untuk tindak lanjut di lapangan.
Rakerda ke-10 ini dihadiri sekitar 200 peserta, termasuk pengurus PKK provinsi, pengurus kabupaten/kota, ketua pokja, staf ahli, narasumber, dan undangan lainnya. Hadir pula Staf Ahli TP-PKK Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasco.
Media Advokasi
