HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Pastikan Stabilitas Harga Pangan Pasca Bencana, Babinsa Koramil 09/Putri Betung Turun Langsung ke Pasar



Gayo Lues - Mediaadvokasi.id  
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 09/Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues melakukan pemantauan mendalam terhadap harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Raya Kecamatan Putri Betung. Langkah proaktif ini diambil sebagai respons cepat pasca terjadinya bencana alam di wilayah tersebut sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi dan data harga pasar dengan kebijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Gayo Lues. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya spekulasi harga yang dapat memberatkan ekonomi masyarakat di masa pemulihan.

Pengecekan harga sembako oleh aparat teritorial merupakan implementasi nyata dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). TNI tidak hanya hadir dalam situasi konflik atau bencana, tetapi juga memastikan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di tingkat desa tetap terjaga.

Memantau fluktuasi harga sembako secara real-time di tingkat pedagang pasar.
Memastikan stok ketersediaan pangan mencukupi untuk kebutuhan warga pasca bencana.
Mencegah praktik penimbunan barang yang berpotensi memicu lonjakan harga menjelang Ramadhan.

Dengan adanya pengawasan rutin ini, diharapkan harga kebutuhan pokok di Kecamatan Putri Betung tetap stabil dan terjangkau. Selain itu, terciptanya rasa aman bagi warga bahwa pemerintah dan TNI hadir di tengah-tengah mereka untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani oleh harga pangan yang melonjak, terutama setelah kita baru saja melewati masa sulit pasca bencana alam. Sebagai aparat teritorial, sudah menjadi kewajiban kami untuk mengawal stabilitas wilayah, termasuk dari sisi ekonomi. Kami ingin memastikan warga menyambut bulan suci Ramadhan dengan tenang tanpa perlu khawatir akan kelangkaan sembako."
Ujar Sertu Sabtono