HEADLINE
Dark Mode
Large text article




















Dari Tetes Peluh Prajurit, Harapan Layak Mengalir di Rumah Marsum


Kebumen | MediaAdvokasi.id
-2 Maret 2026 — Pagi di Desa Somagede berjalan pelan, namun di sudut rumah sederhana milik Bapak Marsum, denyut kerja terasa begitu hidup. Di antara tumpukan pasir dan bata yang tersusun, dua prajurit Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, Serda Hari dan Serda Ainul, tampak menyatu dengan pekerjaan, membangun MCK yang selama ini dinanti pemilik rumah.


Sekop beradu dengan pasir, adukan semen diolah penuh ketelitian. Seragam loreng mereka tak lagi bersih, namun wajah keduanya memancarkan semangat yang tak surut. Bagi mereka, setiap bata yang terpasang adalah bagian dari pengabdian yang nyata.


“Pelan-pelan, yang penting kuat dan rapi. Biar awet dipakai,” ujar Serda Hari sambil meratakan adukan di dinding.

Di dekatnya, Serda Ainul sigap menyusun bata, sesekali menyeka keringat di pelipis.

“Siap, nanti Pak Marsum sudah bisa punya MCK yang layak,” balasnya ringan.


Bapak Marsum yang berdiri tak jauh dari lokasi hanya bisa tersenyum haru. Matanya mengikuti setiap gerakan para prajurit yang bekerja tanpa kenal lelah di halaman rumahnya.

“Terima kasih banyak, Pak… saya tidak menyangka bisa segera punya MCK seperti ini,” ucapnya lirih.


Kehangatan pun terasa mengalir di antara mereka. Tak ada jarak antara prajurit dan warga—yang ada hanyalah kepedulian yang bekerja dalam diam.


Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa pembangunan MCK merupakan bagian penting dari sasaran fisik TMMD untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami ingin kehadiran TMMD benar-benar dirasakan warga. Fasilitas MCK yang layak adalah kebutuhan dasar yang harus kita bantu wujudkan bersama,” tegasnya.


Menjelang siang, bentuk bangunan mulai tampak. Dinding berdiri, lantai mulai rata—sebuah pertanda bahwa harapan itu kian nyata. Di rumah sederhana Bapak Marsum, TMMD bukan sekadar program pembangunan.

Ia adalah cerita tentang tangan-tangan tulus yang bekerja dalam senyap…

tentang prajurit negeri yang tak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menghadirkan hidup yang lebih layak bagi rakyatnya. 

(Taufik Hidayat)