Gubernur Lutfi Tabuh Genderang Perang Lawan Korupsi: "Tak Ada Ruang Bagi Kompromi!"
SEMARANG, MA – Gubernur Ahmad Luthfi mempertegas posisinya dalam garda terdepan pemberantasan korupsi di tingkat daerah. Dalam sebuah pernyataan visi strategis yang dirilis hari ini, Senin (23/03/2026), Gubernur menekankan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Langkah berani ini mengusung tajuk "Komitmen Tegas Lawan Korupsi", yang menitikberatkan pada pembersihan unsur birokrasi dari praktik-praktik yang merugikan uang rakyat.
Gubernur memaparkan tiga poin Penting yang akan menjadi "pedang" dalam melakukan pengawasan di wilayah kepemimpinannya:
Fokus Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Gubernur menegaskan sikap zero compromise (nol kompromi). Setiap bentuk praktik korupsi, sekecil apa pun, akan berhadapan langsung dengan ketegasan hukum.
Langkah ini bertujuan menciptakan efek jera sekaligus memulihkan kepercayaan publik.
Audit Integritas Kepala Daerah: Pengawasan kini semakin diperketat hingga ke level pimpinan daerah. Fokus utama adalah pada pertanggungjawaban moral dan operasional para pemimpin.
"Integritas pemimpin adalah kunci; jika kepalanya bersih, maka tubuhnya pun akan sehat," ungkap semangat yang tertuang dalam komitmen tersebut.
Operasi Bersih Lingkungan Pemerintahan: Ibarat menyapu lantai hingga ke sudut ruangan, Gubernur berkomitmen melakukan pembersihan unsur pemerintahan secara menyeluruh.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi tindak pidana korupsi yang tersembunyi dibalik sistem administrasi.
Dalam narasi visual yang disampaikan, pemberantasan korupsi dianalogikan sebagai upaya merawat tanaman integritas. Dengan mencabut akar korupsi, diharapkan tumbuh tunas pemerintahan yang kuat, jujur, dan berpihak sepenuhnya pada kesejahteraan masyarakat.
"Ini adalah upaya kolektif. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah kembali untuk rakyat, bukan masuk ke kantong oknum," tegas pesan dalam komitmen tersebut.(D'Pur).

