Lagi, LPG 3 Kg di Pesisir Selatan Saat Ramadan, Harganya Tembus Rp 28 Ribu per Tabung sampai 35 RB di Pengecer
MA, PESSEL - Masyarakat Pesisir Selatan, Sumbar, kembali harus menghadapi kelangkaan LPG bersubsidi 3 kg yang memang kerap terjadi di perayaan hari besar termasuk di momen Ramadan seperti saat ini.
Tak hanya itu, akibat langka di agen, warga Pagar Alam bahkan sering terpaksa membeli LPG 3 Kg di pengecer dengan harga yang terbilang tinggi yakni di kisaran Rp2800 - Rp35.000 sampai Rp40.000 per tabung di pelosok Nagari.
Kondisi yang terus berulang ini dikeluhkan oleh warga Pesisir Selatan.
Saat ini, setiap hari ada saja warga di sejumlah pangkalan atau agen untuk membeli gas 3 kg habis.
Bahkan, untuk mendapatkan satu tabung saja warga harus rela mencari jauh, bahkan terpaksa membeli mahal agar bisa mendapatkan gas untuk rakyat miskin tersebut.
Anehnya lagi, gas di agen atau pangkalan kadang cepat sekali habis.
Belum lama truk pengangkut tiba, maka tidak lama setelah itu biasanya gas dikatakan sudah habis.
Kondisi ini membuat masyarakat resah, pasalnya diduga tidak semua gas yang sampai dijual ke masyarakat, namun diduga dijual ke pembeli yang rela beli dengan harga tinggi.
Salah satu warga Pesisir Selatan mengatakan bahwa masyarakat Pesisir Selatan sudah sering ketemu sulit mendapatkan LPG sampai sejak awal bulan Ramadan sudah sulit mendapatkan gas 3 kg.
Padahal sebelumnya, gas bersubsidi ini mudah didapat.
"Sudah dipastikan setiap hari-hari besar dan menjelang perayaan hari besar gas 3 kg ini susah didapat. Kita harus antre panjang hanya untuk bisa dapat satu tabung saja," ujarnya warga Rabu (4/3/2026).
Kadang warga terpaksa harus membeli LPG 3 Kg dengan harga mahal, yaitu berkisar di harga Rp28000-Rp35.000per tabung dan juga menjual Rp40.000 dipelosok Nagari di tingkat pengecer.
Sebab, di pangkalan dan agen gas 3 kg sering kehabisan dan terpaksa beli di eceran.
"Harga di tingkat pengecer sudah tidak masuk akal lagi, Pak, bisa mencapai Rp28 ribu hingga 35 ribu per tabung dan ada juga menjual gas LPG 3 kg dipelosok nagari Rp40 RB pertabung. Tapi kami terpaksa beli karena kebutuhan untuk masak sahur dan buka puasa," kata warga
"Saya minta Kementerian ESDM dan Pemda Sumbar serta Pemda Pesisir Selatan dan untuk mengecek langsung disetiap pangkalan dan agen gas 3 kg untuk mengetahui apa penyebab mahal nya gas 3 kg dan masyarakat kesulitan mendapatkan gas tersebut. Jika memang memungkinkan untuk mengatasi masalah ini, untuk bisa menggelar operasi pasar," ungkapnya warga .
Media Advokasi
