PARLEMENTARIA: Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon SH, Pimpin Rapat Paripurna HUT Aceh Tamiang Ke- 24
April 23, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id:
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Tamiang. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, ini berlangsung khidmat di Ruang Sidang Utama DPRK Aceh Tamiang.
Dalam sambutannya, Ketua DPRK Fadlon menyampaikan bahwa momentum pertambahan usia kabupaten harus menjadi penyemangat untuk menambah optimisme serta semangat untuk terus berbenah, bangkit, dan berani berubah demi kemajuan daerah yang dikenal dengan sebutan "Bumi Muda Sedia" ini.
“Usia 24 tahun bukanlah sekadar angka kalender, melainkan masa transisi menuju kematangan dalam memantapkan pondasi infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, serta melayani masyarakat,” ujar Fadlon.
Lebih jauh ia menegaskan, meskipun Kabupaten Aceh Tamiang baru saja menghadapi ujian berat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda pada penghujung tahun 2025 lalu, momentum peringatan HUT ini harus dijadikan titik balik untuk mengakselerasi proses pemulihan secara menyeluruh.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tamiang dalam pidatonya memaparkan secara rinci progres penanganan pascabencana yang telah dilakukan bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Bupati mengungkapkan bahwa hingga saat ini, penyaluran dana stimulan rumah gelombang I telah berhasil diberikan kepada 5.141 Kepala Keluarga (KK) dengan total nilai mencapai lebih dari Rp112 miliar.
Rinciannya, sebanyak 2.804 KK penerima rumah rusak ringan masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan 2.337 KK penerima rumah rusak sedang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp30 juta.
Selain bantuan perbaikan rumah, program bantuan Meugang yang dilaksanakan sebanyak dua kali juga telah menjangkau 96.400 KK di seluruh wilayah Kabupaten.
“Bantuan sosial ekonomi juga telah kami salurkan secara transparan melalui Kantor Pos. Ini meliputi santunan ahli waris kepada 236 keluarga senilai Rp3,54 miliar, serta jaminan hidup bagi 26.725 jiwa dengan total Rp36,07 miliar. Selain itu, bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi juga telah disalurkan masing-masing untuk **7.575 KK,” jelas Bupati.
Bupati juga mengumumkan kabar gembira bagi masyarakat, bahwa penyaluran bantuan tahap II akan segera dilaksanakan. Bantuan ini khusus diberikan kepada masyarakat terdampak di 4 kecamatan, yakni Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara.
Penyaluran tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB usai pelaksanaan salat Jumat. Acara ini akan diresmikan secara langsung oleh Menteri Sosial dan Menteri Dalam Negeri melalui zoom meeting, dengan lokasi sentra pembagian di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab).
“Insyaallah besok, bantuan jaminan hidup akan disalurkan kepada 20.908 jiwa. Kemudian bantuan isi hunian atau perabot rumah tangga untuk 5.941 KK, serta stimulan ekonomi juga untuk **5.941 KK,” terang Bupati.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada korban luka berat akibat bencana dengan menyalurkan santunan sebesar Rp5 juta per orang kepada 187 korban.
Dalam upaya penyediaan hunian sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, Bupati melaporkan bahwa hingga saat ini telah terbangun 4.105 unit dari total kebutuhan 9.180 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.771 unit telah rampung dibangun dan sudah dihuni oleh warga, sementara 2.334 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Pemerintah juga telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada 1.217 KK yang masih menunggu kepastian tempat tinggal.
Bupati menegaskan bahwa pemulihan Aceh Tamiang dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai langkah strategis jangka panjang. Salah satunya adalah penyusunan ulang tata kota berbasis mitigasi bencana dengan melibatkan akademisi dan pakar, serta revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tamiang agar lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.
“Di sektor infrastruktur, kami merencanakan pembangunan jembatan permanen di Lubuk Sidup yang akan mulai ditenderkan pada Juni mendatang. Kami juga akan melakukan perbaikan sejumlah akses jalan dan jembatan vital di wilayah Kecamatan Sekerak dan sekitarnya,” ungkapnya.
Selain itu, rehabilitasi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, penataan kota, perbaikan drainase, dan trotoar juga akan dilakukan secara masif dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah rencana pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang yang akan menjadi simbol persatuan umat dan kebanggaan daerah.
Pada akhir pidatonya, Bupati menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil dalam penanganan bencana di Aceh Tamiang.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan bergandengan tangan. Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, kita yakin Aceh Tamiang akan segera pulih dan bangkit menjadi lebih baik, lebih tangguh, dan lebih sejahtera,” pungkas Bupati.(Eri Efandi)