HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Tak Hanya Penindakan, Kejari Salatiga Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Edukasi Pelajar


Salatiga|MA
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga terus memperkuat upaya pencegahan tindak pidana korupsi melalui edukasi hukum di lingkungan pendidikan. Senin (31/8/2026), dalam rangkaian Kegiatan  menyambut Hari Lahir Ke 81 Kejaksaan RI Kejari Salatiga menggelar Kampanye Anti Korupsi di Aula SMA Negeri 3 Salatiga.


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari siswa-siswi, guru, jajaran Kejari Salatiga serta sejumlah pihak terkait.


Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kampanye antikorupsi, tetapi juga dirangkai dengan donor darah, penyuluhan kesehatan serta ekspo stand Bank Sampah Induk (BSI) Salatiga dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga Erik Meza Nusantara, S.E., S.H., M.H., M.M., Kepala SMA Negeri 3 Salatiga Drs. Supriyanto, M.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan Amelia Handayani, S.Pd., M.Si., Kepala Seksi Intelijen Erwin Rionaldy Koloway, S.H., M.H., serta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Mohammad Anhar Lingga Bharadaksa, S.H., M.H.


Turut hadir Manager Produksi Bank Sampah Induk Salatiga Ika Yuni Astutik beserta jajaran, Katim Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Salatiga Tina Widiastuti beserta jajaran, Kepala Puskesmas Sidorejo Lor dr. Alfrida Putri Tristianti, Dokter Puskesmas Sidorejo dr. Budi Jaya, jajaran struktural Kejari Salatiga, serta staf dan guru SMA Negeri 3 Salatiga.


Diawali Apel Anti Korupsi


Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Anti Korupsi, kemudian dilanjutkan registrasi peserta dan pemeriksaan donor darah bersama tim PMI/Dinas Kesehatan.


Acara dilanjutkan dengan pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala SMA Negeri 3 Salatiga dan sambutan Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga.


Momentum kampanye semakin dikuatkan dengan pembacaan Naskah Ikrar Anti Korupsi oleh Kajari Salatiga yang kemudian diikuti seluruh peserta. Setelah itu dilaksanakan penyerahan cendera mata dan foto bersama panitia serta para narasumber.


Para peserta kemudian mendapatkan materi mengenai “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi & Penegakan Hukum” dari Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Salatiga.


Selain materi hukum, para pelajar juga memperoleh edukasi kesehatan mengenai penyakit menular seksual (PMS) dan HIV dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Sementara itu, Bank Sampah Induk Salatiga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah di Kota Salatiga.


Kajari: Korupsi Bisa Berawal dari Ketidakjujuran Kecil


Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga Erik Meza Nusantara menegaskan bahwa kehadiran Kejaksaan di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya mengenalkan hukum sekaligus menanamkan jiwa antikorupsi sejak dini.


Menurutnya, perilaku koruptif dapat bermula dari ketidakjujuran kecil yang dibiarkan. Karena itu, pembentukan karakter siswa menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan korupsi.


Contoh sederhana yang disampaikan antara lain menyontek, terlambat dengan memberikan alasan yang tidak benar, menyalahgunakan uang kas kelas hingga membiarkan pelanggaran tata tertib.


“Kejaksaan tidak hanya memiliki tugas melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan hukum,” demikian inti pesan Kajari dalam kegiatan tersebut.


Para pelajar juga diharapkan menjadikan kejujuran sebagai identitas, menghormati guru, menaati tata tertib serta berani mengatakan tidak terhadap korupsi maupun berbagai bentuk pelanggaran hukum.


Sekolah pun diharapkan menjadi lingkungan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab dan keadilan.


Siswa Didorong Menjadi Generasi Berintegritas


Dalam materi pencegahan tindak pidana korupsi, para siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk tindak pidana korupsi, mulai dari korupsi yang merugikan keuangan negara, penyuapan, penggelapan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan hingga gratifikasi.


Para pelajar juga diajak menerapkan perilaku antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kejujuran ketika mengerjakan ujian dan tugas, disiplin, tepat waktu serta berani menolak pungutan liar.


Mereka juga diperkenalkan dengan 9 nilai integritas, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil.


Materi tersebut ditutup dengan pesan “Lawan Korupsi, Bangun Negeri”, sebagai ajakan kepada generasi muda untuk membangun karakter yang berintegritas.


Kepala Sekolah: Kejujuran Bekal Menjadi Pemimpin


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Salatiga Drs. Supriyanto, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kampanye Anti Korupsi di sekolah tersebut.


Menurutnya, pendidikan antikorupsi merupakan pembelajaran penting karena mengajarkan nilai kejujuran, integritas dan tanggung jawab kepada siswa.


Kejujuran, lanjutnya, menjadi bekal penting bagi siswa dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika kelak mereka dipercaya menjadi pemimpin.


Ia berharap para siswa SMA Negeri 3 Salatiga dapat tumbuh menjadi pemimpin yang baik, baik di lingkungan masyarakat, daerah maupun tingkat negara.


Proses menjadi pemimpin yang berintegritas, menurutnya, dapat dimulai sejak bangku sekolah melalui pembelajaran sekaligus penerapan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.


Edukasi Kesehatan dan Peduli Lingkungan


Kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai PMS dan HIV. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai risiko penularan, pentingnya perilaku hidup sehat serta perlunya penanganan dan pengobatan yang tepat.


Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan pelajar dalam menjaga kesehatan diri serta menghindari perilaku yang berisiko.


Sementara dari Bank Sampah Induk Salatiga, siswa mendapatkan edukasi tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.


Para pelajar diajak membiasakan diri memilah sampah dan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui bank sampah.


Pengelolaan sampah tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan bersama antara masyarakat, sekolah, pemerintah dan Bank Sampah Induk Kota Salatiga.


Wujud Kepedulian Sosial Kejari Salatiga


Selain kampanye antikorupsi, kegiatan juga dirangkai dengan donor darah, penyuluhan kesehatan serta ekspo stand Bank Sampah dan Dinas Kesehatan.


Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi yang lebih luas bagi para pelajar sekaligus mendorong kepedulian sosial terhadap kesehatan dan lingkungan.


Kegiatan Kampanye Anti Korupsi di lingkungan pendidikan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa mengenai pentingnya kejujuran, disiplin dan integritas.


Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi menjadi karakter yang dibawa para siswa ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.


Dengan demikian, semangat “Lawan Korupsi, Bangun Negeri” tidak hanya menjadi slogan, tetapi diharapkan menjadi budaya yang dimulai dari lingkungan sekolah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Prabu Galuh)