HEADLINE
Dark Mode
Large text article

LGI Sumsel Soroti Rolling Kadis Perikanan: Momentum Hidupkan Pasar Ikan Modern dan Optimalkan Aset BMD


PALEMBANG, MA — Rolling enam pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Palembang pada Jumat (18/9/2026) menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Perikanan Kota Palembang.

Dalam rotasi tersebut, Dedi Rediyan dipercaya sebagai Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang, sementara pejabat sebelumnya, Edwin Effendi, bergeser ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Bagi LSM Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan, pergantian tersebut perlu diikuti dengan target dan langkah kerja yang konkret, terutama berkaitan dengan pengembangan sektor perikanan serta optimalisasi aset daerah yang berada dalam lingkup sektor tersebut.

Salah satu aset yang menjadi perhatian LGI Sumsel adalah Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang.

Persoalan PIM menjadi semakin relevan setelah Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengikuti Rapat Kerja Komisi II DPR RI pada 15 September 2026 yang membahas antara lain optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) dan BUMD agar aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara produktif serta memberikan manfaat kepada masyarakat dan daerah.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga mencatat bahwa PIM telah lama menghadapi persoalan pemanfaatan dan Pemkot Palembang telah menyampaikan rencana untuk mengaktifkannya kembali dengan konsep baru.

LGI Sumsel menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius setelah adanya pergantian pimpinan pada Dinas Perikanan.

“Pasar Ikan Modern jangan hanya menjadi bangunan yang tercatat sebagai aset Pemkot. Kalau aset tersebut dibangun menggunakan uang rakyat, maka harus ada manfaat yang jelas dan dapat diukur bagi masyarakat,” demikian sikap LGI Sumsel.

LGI meminta Pemkot Palembang melakukan evaluasi terbuka terhadap status pengelolaan PIM, konsep pemanfaatan, kondisi bangunan dan fasilitas, tingkat pemanfaatan ruang, biaya pemeliharaan, potensi ekonomi serta kemungkinan kontribusinya terhadap PAD.

LGI Sumsel mengingatkan pergantian pejabat tidak semestinya berhenti pada perubahan nama dan jabatan. Publik perlu melihat adanya perubahan kinerja dan penyelesaian terhadap persoalan yang selama ini belum optimal.

Khusus Dinas Perikanan, LGI mendorong pejabat yang baru untuk segera melakukan pemetaan terhadap aset dan program sektor perikanan yang membutuhkan pembenahan, termasuk keberlanjutan pemanfaatan Pasar Ikan Modern.

“Kami tidak ingin rolling pejabat hanya dimaknai sebagai pergantian orang. Yang harus berubah adalah kinerja dan hasilnya. Termasuk bagaimana aset daerah yang selama ini belum optimal bisa benar-benar memberikan manfaat,” tegas LGI Sumsel.

LGI Sumsel menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemkot Palembang untuk mengoptimalkan BMD. Namun, dukungan tersebut disertai dorongan agar setiap aset memiliki rencana pemanfaatan yang jelas, target yang terukur, pengelolaan yang transparan dan evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Pasar Ikan Modern menjadi salah satu contoh yang menurut LGI perlu segera mendapatkan kejelasan arah pemanfaatan.

“PIM harus punya masa depan yang jelas. Jangan sampai aset yang sudah dibangun dengan anggaran pemerintah kembali menjadi bangunan yang tidak produktif. Sekarang ada momentum dengan pergantian Kepala Dinas Perikanan dan agenda optimalisasi BMD. Publik tentu menunggu hasil konkretnya,” demikian LGI Sumsel. (RED)