HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues Terus Dikejar



Gayo Lues - Mediaadvokasi.id 
​Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Serda Muhrim Abdi Sinaga, bersama personel BKO Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 855/Raksaka Dharma dan masyarakat setempat kembali menggelar aksi gotong royong melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Dusun Air Panas, Desa Singah Mule, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Rabu (23/9).
Pembangunan jembatan ini merupakan bantuan langsung dari Pemerintah Pusat melalui Presiden Republik Indonesia yang disalurkan melalui TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0113/Gayo Lues. Infrastruktur vital ini dibangun untuk memulihkan akses mobilitas warga pascabencana hidrometeorologi akibat luapan arus sungai yang sempat melumpuhkan aktivitas wilayah tersebut beberapa tahun lalu.

​Seluruh proses pengerjaan, mulai dari tahap awal hingga penyelesaian (finishing), dilakukan secara swadaya melalui kerja sama erat antara prajurit TNI dan masyarakat lokal. 

Untuk ketersediaan material alam seperti pasir dan batu tidak didukung anggaran khusus karena memanfaatkan potensi alam setempat yang sangat melimpah.

​Adapun fokus pengerjaan pada hari ini terbagi dalam dua tahap utama:
​Sesi Pagi: Pengurasan air hujan yang tertampung serta pembersihan dan penataan galian lubang pondasi berukuran volume panjang 5 meter, lebar 2,5 meter, dan kedalaman 2 meter.

​Sesi Siang: Pelaksanaan pengecoran dasar pondasi jembatan.
​Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih ini ditargetkan untuk menyokong tiga fungsi utama:
​Akses Utama: Menjadi jalur transportasi yang aman dan andal untuk mendukung aktivitas harian masyarakat.

​Efisiensi Jarak: Memangkas jarak serta waktu tempuh warga secara signifikan dari area pemukiman menuju lahan perkebunan.
​Pemberdayaan Ekonomi: Mempermudah mobilitas pengangkutan hasil panen guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga lokal.

​Pemerintah Daerah dan unsur TNI berharap rampungnya pengerjaan jembatan ini dapat sepenuhnya mengembalikan konektivitas wilayah yang sempat terputus, memperlancar rantai distribusi hasil bumi, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah pedalaman.

Selain itu, aksi nyata ini diharapkan terus menjaga kepercayaan masyarakat di daerah pelosok terhadap perhatian Pemerintah Pusat dan TNI.

​Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Serda Muhrim Abdi Sinaga, menyampaikan optimismenya di lokasi pengerjaan:
​"Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih ini adalah bukti nyata kehadiran negara dan TNI di tengah masyarakat pedalaman. Melalui budaya gotong royong yang kuat antara prajurit Yonif TP 855/Raksaka Dharma, Koramil, dan warga Desa Singah Mule, kami optimistis pengerjaan pondasi hingga tahap akhir dapat selesai tepat waktu. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi urat nadi perekonomian warga yang akan membangkitkan kembali semangat dan kesejahteraan masyarakat pascabencana."