HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Karhutla Terus Berulang, GEMPITA Muba Soroti Efektivitas Anggaran Penanggulangan

MUBA, MA- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang setiap tahun kembali menjadi perhatian. Asap yang menyelimuti sejumlah wilayah tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Ketua LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, bersama jajaran dan timnya, menyoroti anggaran sebesar Rp20 miliar untuk penanganan karhutla dan meminta agar penggunaannya tepat sasaran, transparan, serta sesuai peruntukannya.

Mauzan menyampaikan pesan terbuka kepada pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat agar lebih serius dalam mencegah serta menangani karhutla.

“Jika anggaran Rp20 miliar tersebut dialokasikan untuk penanganan karhutla, kami berharap penggunaannya benar-benar efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pencegahan harus menjadi prioritas, pengawasan diperketat, dan penanganan di lapangan harus maksimal,” tegas Mauzan.

Ia juga meminta agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, sehingga masyarakat mengetahui sejauh mana upaya pencegahan dan penanganan karhutla telah dilaksanakan.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api setelah kebakaran terjadi. Diperlukan langkah pencegahan berkelanjutan, kesiapsiagaan petugas, koordinasi lintas sektor, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

GEMPITA Muba juga mengajak perusahaan, pengelola lahan, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“GEMPITA Muba bukan untuk menuduh pihak mana pun, melainkan mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan sampai anggaran besar tidak memberikan hasil maksimal, sementara masyarakat terus menghadapi ancaman asap dan kebakaran,” ujarnya.

Mauzan berharap pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, dan masyarakat dapat bersinergi untuk mencegah karhutla agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.

“Bumi ini kita pinjam dari anak cucu kita. Jangan sampai kita mewariskan lingkungan yang hangus dan udara penuh asap kepada generasi berikutnya,” tutupnya.