Pertamina Ep Rantau Field Bor Lima Sumur Baru Di Tengah Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang
October 09, 2026
Aceh Tamiang—mediaadvokasi.id
Demi mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas nasional, Pertamina EP Rantau Field terus melakukan pengeboran sumur baru di tengah proses pemulihan pascabencana banjir besar yang melanda wilayah kerjanya akhir November 2025. Kini, produksi minyak telah kembali stabil di angka 1.700 barel per hari, hanya dalam waktu empat bulan pascabencana.
Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah pada (08/10/2026), menjelaskan kepada awak media, bahwa meski masih dalam masa pemulihan, pihaknya tetap melaksanakan pengeboran untuk menemukan cadangan migas baru sekaligus menjaga keberlanjutan produksi nasional.
"Tajak sumur baru ini sangat penting bagi penyediaan energi nasional. Kami ingin memastikan pasokan energi tetap terjaga sekaligus mendalami potensi cadangan migas di Aceh Tamiang," ujar Tomi.
Lokasi Nama Sumur Rig Kedalaman Status
Tanjung Seumantoh, Karang Baru RNT DZ-51 APS-752 (550 HP) 1.145 MMD ✅ Selesai
RNT DZ-52 APS-752 (550 HP) 1.037 MMD ✅ Selesai
Paya Meta, Karang Baru RNT DZ-11 TMMJ-12 (550 HP) 1.132 MMD ✅ Selesai
RNT DZ-23A — — ⛏️ Sedang dibor
RNT DZ-33 — — ⛏️ Sedang dibor
Seluruh operasi pengeboran berpegang teguh pada prinsip ESG serta standar keselamatan ketat. Seluruh pekerja di atas rig telah mengikuti pelatihan wajib HSSE, termasuk Basic HSSE Training, Corporate Life Saving Rules (CLSR), dan Pertamina Well Control (PETROL). Dukungan penuh dari SKK Migas serta kontraktor mitra menjadi kunci berjalannya operasi ini.
1. Fase Darurat — pemenuhan kebutuhan dasar: makanan, air bersih, kesehatan, dan listrik
2. Fase Pengaktifan Kembali — menghidupkan ulang fasilitas dan sumur produksi
3. Fase Pemulihan — perbaikan menyeluruh fasilitas operasional
4. Fase Keberlanjutan — penguatan sistem operasional jangka panjang
Banjir akhir November 2025 lalu mencapai ketinggian 4–4,5 meter dengan endapan lumpur 30–80 sentimeter, yang menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas produksi, perkantoran, hingga permukiman pekerja. Saat itu, produksi minyak terhenti total.
Tantangan terbesar pascabanjir adalah mati totalnya pembangkit listrik — "jantung" operasi PEP Rantau Field. Stasiun kompresor gas (HPCS) yang menjadi sumber pasokan gas pembangkit mengalami kerusakan berat.
Tim menemukan solusi cerdas: memanfaatkan sumur SP-5 dan SP-1 sebagai sumber gas pengganti dengan modifikasi tertentu, sehingga listrik bisa kembali menyala tanpa menunggu perbaikan HPCS yang memakan waktu lama.(Eri)