HEADLINE
Dark Mode
Large text article





















Akibat Kelalaian Petugas RSJ Tampan, Seorang Pasien Dikeroyok Hingga Mengalami Kritis!!!



Kampar|MA-Beberapa waktu lalu masyarakat Kabupaten Kampar dihebohkan dengan kejadian yang cukup tragis terjadi di Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. Kejadian tragis tersebut menimpa salah seorang warga yang bernama Nurhuda(LK/60 Th) 08/11/2025 Sabtu sekira pukul 00.18 WIB pagi. 


Nurhuda(red) merupakan salah satu masyarakat Desa Aur Sati Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang menderita gangguan mental yang sedang berjuang ingin sembuh dari penyakitnya tersebut, justru mendapatkan pengeroyokan secara brutal dari teman-teman sekamar dengan dia sampai mengalami keadaan kritis. 


Kejadian ini bermula saat pihak keluarga mengantarkan pasien dengan dinas terkait ke Rumah Sakit Jiwa(RSJ) Tampan Pekanbaru untuk menjalani proses pengobatan masalah kejiwaan. Alih-alih ingin mendapatkan pengobatan masalah kejiwaan yang layak, Nurhada malah menjadi bulan bulanan pasien yang sekamar dengan dia hingga menyebabkan kritis. 


Kejadian ini bisa terjadi diduga kuat akibat kelalaian petugas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru yang tidak menjalankannya secara profesional dan tidak sesuai standar operasional mereka, sehingga bisa menyebabkan pasien setengah mati di hajar habis habisan oleh pasien yang sekamar dengan beliau yang juga merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). 


Menurut informasi yang kami terima dari salah seorang keluarga yang tidak mau di sebutkan namanya, sewaktu korban di jemput pihak dinas terkait di rumah masih dalam keadaan tiada lecet sedikitpun. Beberapa hari berselang tiba-tiba kami sebagai keluarga korban mendengarkan kabar yang begitu miris dari pihak RSJ Tampan Pekanbaru bahwasanya pasien atas nama Nurhuda sudah ditemukan dalam keadaan kritis oleh petugas yang piket di malam itu. 


Selanjutnya setelah kejadian tersebut, petugas mencoba melakukan perawatan beberapa saat di IGD RSJ Tampan Pekanbaru. Namun kondisi korban semakin melemah dan petugas mencoba merujuk ke RS Arifin Ahmad Pekanbaru namun tidak menemukan titik terang. Dan setelah mencoba berkoordinasi dengan dinas terkait alhamdulillah menemukan lah solusi untuk di rawat di ruangan ICU Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD)Bangkinang Sabtu Pagi sekira pukul 10.00 WIB pagi. tuturnya. 


Lanjut lagi,kami selaku keluarga sangat merasa terpukul kenapa bisa sampai hal seperti itu bisa terjadi di rumah sakit plat merah tersebut. Jadi timbullah asumsi prakiraan kami sebagai keluarga korban, bagaimana standar pelayanan pekerja di sana, bagaimana kinerja para pejabat yang berwenang dan petugas yang berdinas di sana. Sehingga mereka bisa lalai tampa mengetahui adanya kejadian se tragis itu.Sehingga bisa menyebabkan luka yang begitu berat di pelipis mata, mata lebam dan sampai keadaan mengalami kritis atau koma. Imbuhnya. 


Sebelum menutup pembicaraan nya keluarga korban juga mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak RSUD Bangkinang yang telah sudi menerima dan merawat keluarga kami sampai hari ini. Dan kami selaku keluarga korban juga meminta kepada Pj Gubernur Riau SF. Hariyanyo untuk segera mencopot Direktur RSJ Tampan dan menindak tegas oknum petugas yang melalaikan tugas pokok pada saat kejadian tersebut sehingga menyebabkan kritis keluarga kami.Dan juga berharap bisa dijerat dengan hukum pidana sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2023 (Pasal 440 dan Pasal 439)atau dengan pasal 46 UU No.


Hingga berita ini diterbitkan pihak Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru Belum bisa di konfirmasi.