HUT BANK SUMSEL BABEL PAGAR ALAM KE-68 MENGUSUNG TEMA PERUBAHAN UNTUK MEMPERCEPAT
PAGAR ALAM, MA-Memasuki usia ke-68, Bank Sumsel Babel (BSB) menegaskan dirinya sebagai bank daerah yang tidak sekadar bertahan, namun terus melaju dengan visi besar: menjadi lembaga keuangan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan akar kearifan lokal.
Mengusung tema “Change to Accelerate” atau Perubahan untuk Mempercepat, BSB ingin menekankan pentingnya transformasi sebagai langkah strategis memperkuat peran bank daerah di tengah dinamika ekonomi yang bergerak cepat.
Tema ini menjadi cerminan semangat baru BSB dalam mendukung pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatera Selatan, termasuk Kota Pagar Alam.
“Kami percaya kekuatan Bank Sumsel Babel terletak pada kemampuannya menjaga nilai-nilai lokal sambil beradaptasi dengan teknologi global. Dengan semangat Change to Accelerate, kami ingin memastikan setiap inovasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ujar Wakil Kepala Cabang BSB Kota Pagar Alam, Desniarti, Kamis (6/11/2025).
Sebagai bentuk penghargaan di momen istimewa ini, BSB menghadirkan Promo Spesial HUT ke-68 hanya Rp68 untuk berbagai produk dan layanan tertentu di seluruh cabang.
Program ini menjadi wujud terima kasih atas kepercayaan dan loyalitas nasabah selama hampir tujuh dekade perjalanan BSB.Hingga 31 Oktober 2025 (unaudited), Bank Sumsel Babel mencatat kinerja positif yang mencerminkan ketahanan dan konsistensi pertumbuhan meski di tengah tantangan ekonomi nasional.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pemegang saham, nasabah, masyarakat, dan keluarga besar BSB. Dukungan serta kebersamaan yang terjalin selama ini menjadi kunci BSB terus tumbuh dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tambah Desniarti.
Ke depan, BSB berkomitmen memperkuat posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah unggul secara digital dan berorientasi pada kemiskinan, dengan menjunjung prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan profesionalisme.
“Perayaan ini bukan sekedar seremonial, tapi momentum refleksi untuk terus berbenah dan berlari lebih cepat,” tutup Desniarti dengan optimis. (Robi)
