TNI–Polri Amankan SPBU Terangun, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM Pasca Bencana
December 27, 2025
Gayo Lues — Mediaadvokasi.id
Pascabencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, khususnya Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, sejumlah aktivitas masyarakat mengalami gangguan. Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah tersendatnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang berujung pada kelangkaan serta antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Menyikapi kondisi tersebut, aparat TNI dan Polri hadir di tengah masyarakat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Babinsa Koramil 01/Terangun Kodim 0113/Gayo Lues, Serda Achmad Sidik, bersama personel Polsek Terangun, melaksanakan pengamanan terpadu di SPBU wilayah Terangun.
Pengamanan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman bagi pengelola SPBU serta warga yang melakukan pengisian BBM. Kehadiran aparat juga bertujuan mencegah potensi gesekan sosial akibat kelangkaan BBM pascabencana.
Selain melakukan pengawasan, personel TNI–Polri turut membantu pengaturan antrean serta memberikan imbauan secara humanis agar masyarakat tetap tertib dan saling menghargai. Guna menjamin pemerataan distribusi BBM, pihak SPBU memberlakukan sistem penjatahan, yakni maksimal 3 liter untuk kendaraan roda dua dan 15 liter untuk kendaraan roda empat.
Serda Achmad Sidik menyampaikan bahwa kehadiran TNI di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat pascabencana.
“Kami hadir untuk memastikan proses distribusi BBM berjalan dengan aman, tertib, dan adil, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sinergi yang solid antara TNI dan Polri dalam pengamanan SPBU tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif, situasi di sekitar SPBU terpantau kondusif meskipun berada dalam kondisi keterbatasan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga Kecamatan Terangun agar dapat kembali berjalan secara bertahap menuju kondisi normal.