HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Anggota DPRK Aceh Singkil Bantah Dituduh Berbuat Mesum dengan Istri Orang, Mengaku di Fitnah



Media Advokasi.id Aceh Singkil, Anggota DPRK Aceh Singkil berinisial H dari Fraksi PAN membantah tuduhan perbuatan tidak senonoh dengan perempuan bersuami berinisial G yang dialamatkan kepadanya. Ia mengaku justru menjadi korban pengeroyokan dan korban fitnah di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah.

H mengatakan, kedatangannya ke rumah seorang perempuan di desa tersebut semata-mata untuk menjalani pengobatan tradisional berupa pijat (kusuk) karena kondisi tubuhnya kurang fit.


“Narasi yang beredar itu tidak benar. Saya dijebak. Saya sering ke sana untuk kusuk dan sudah dianggap seperti keluarga,” kata H kepada wartawan, Selasa (3/2). 


Ia menjelaskan, saat berada di rumah tersebut, dirinya hanya duduk di ruang tamu dengan pintu terbuka. Menurutnya, hal itu membuktikan tidak ada perbuatan asusila seperti yang dituduhkan.

Namun, sekitar 15 menit berada di lokasi, H mengaku didatangi tiga pemuda tak dikenal yang langsung melakukan kekerasan terhadapnya.


“Saya dipukul beberapa kali di bagian wajah dan perut. Saya juga dibentak dan dituduh macam-macam,” ujarnya.

H menilai kejadian tersebut sebagai upaya fitnah untuk merusak nama baik dan karier politiknya. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum jika tudingan tersebut terus berlanjut.

"Ini sudah masuk penganiayaan dan pencemaran nama baik,” tegasnya.


Pastinya, kata H, perbuatan tersebut tidak pernah dia lakukan sebagaimana yang dituduhkan. Sebagai pejabat publik, ia siap menerima kritik dan pengawasan. 

Namun penyebaran informasi tanpa verifikasi adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab serta berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ia menegaskan bahwa demokrasi harus dijaga dengan integritas, bukan digiring oleh asumsi.


Dengan sikap tenang namun tegas, ia memastikan tetap fokus menjalankan amanah rakyat dan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada mekanisme hukum yang objektif dan profesional.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada potongan video atau informasi yang tidak utuh, demi menjaga situasi tetap kondusif di Aceh Singkil.

Bantu Kami Berkembang

Bantu Kami Berkembang