Kepala SMAN 3 Lengayang: Ketua Komite Jadi Pemasok Tanah Urug Proyek Rp1,8 Miliar
Pesisir Selatan, MA— Pengadaan tanah urug untuk proyek rehabilitasi SMAN 3 Lengayang yang didanai APBN sebesar Rp1,8 miliar menjadi perhatian setelah Kepala SMAN 3 Lengayang, Drs. Masril, menyampaikan kepada tim media bahwa Ketua Komite Sekolah menjadi pemasok material tanah urug untuk timbunan pondasi.
Menurut keterangan tersebut, material yang dipasok mencapai sekitar 170 rit truk colt diesel.
Tim media juga memperoleh informasi di lapangan bahwa material tersebut diduga berasal dari lokasi galian di sekitar area proyek. Informasi ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut, termasuk terkait legalitas sumber material yang digunakan.
Berdasarkan informasi pasar, harga tanah urug umumnya berkisar Rp700.000–Rp1.500.000 per rit, sedangkan informasi yang diperoleh tim media di lapangan menyebutkan harga material dari lokasi tersebut sekitar Rp150.000 per rit.
Secara ilustratif, terdapat selisih sekitar Rp550.000–Rp1.350.000 per rit, atau sekitar Rp93,5 juta–Rp229,5 juta untuk total 170 rit. Namun demikian, perhitungan ini hanya merupakan simulasi berdasarkan kisaran harga pasar dan informasi lapangan.
Tim media tidak dapat memastikan kesesuaian harga satuan dalam proyek karena dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak diperlihatkan saat diminta untuk kepentingan konfirmasi. Oleh karena itu, tidak dapat disimpulkan adanya kelebihan pembayaran maupun kerugian negara tanpa pemeriksaan dokumen dan audit pihak berwenang.
Rilis ini mendorong keterbukaan dokumen proyek agar asal material, harga satuan, dan mekanisme pengadaan dapat diverifikasi secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

