Dari Gampong, Syariat Islam Harus Dikuatkan: Pante Rambong Dukung Visi-Misi Bupati Aceh Timur
August 08, 2026
ACEH TIMUR — Pelaksanaan Syariat Islam tidak cukup hanya menjadi slogan atau program di tingkat pemerintahan kabupaten. Ia harus tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, yakni gampong. Dari sinilah aparatur pemerintahan, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan nilai-nilai keislaman benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks tersebut, langkah Pemerintah Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, menggelar Pengajian Aparatur Gampong patut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Syariat Islam dari tingkat paling bawah.
Pengajian yang dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) bukan sekadar kegiatan keagamaan rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan aparatur agar memahami bahwa jabatan dan kewenangan yang dimiliki merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Allah SWT.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap visi dan misi Bupati Aceh Timur dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang religius serta pelaksanaan Syariat Islam di daerah.
Kegiatan itu dihadiri Camat Pante Bidari, Darkasyi, didampingi staf kecamatan. Turut hadir Kapolsek Pante Bidari Iptu Hadi Irwan Sagala bersama Bhabinkamtibmas Gampong Pante Rambong Ipda Faisal, sejumlah personel Bhabinkamtibmas dari sejumlah gampong lainnya, serta Kanit Intel Polsek Pante Bidari.
Pengajian menghadirkan Abi Zulkifli Usman, Pimpinan Dayah Bayanul Huda, sebagai pemateri.
Camat Pante Bidari, Darkasyi, menilai pengajian aparatur gampong memiliki posisi penting dalam membentuk karakter perangkat pemerintahan yang memiliki pemahaman agama sekaligus tanggung jawab sosial.
Menurutnya, aparatur gampong merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pemahaman agama dan keteladanan aparatur menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius.
“Pengajian ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah pembinaan aparatur gampong agar memiliki pemahaman agama yang baik. Saya berharap seluruh aparatur, mulai dari kepala dusun, Tuha Peut, imam dusun, hingga perangkat gampong lainnya, aktif mengikuti pengajian di dusun masing-masing yang dilaksanakan setiap pekan. Kekompakan aparatur menjadi kunci dalam menegakkan Syariat Islam di tengah masyarakat, ujar Darkasyi.
Ia menegaskan, dukungan terhadap pelaksanaan Syariat Islam harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan dimulai dari lingkungan pemerintahan gampong.
Kapolsek Pante Bidari, Iptu Hadi Irwan Sagala, mengapresiasi Pemerintah Gampong Pante Rambong yang telah menginisiasi kegiatan pengajian aparatur.
Menurutnya, pembinaan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga pengajian aparatur gampong dapat menjadi sarana amar ma'ruf nahi mungkar, menangkal berkembangnya paham radikalisme, serta meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga Gampong Pante Rambong dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya, kata Kapolsek.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki landasan agama dan kepedulian sosial yang kuat akan lebih mudah membangun lingkungan yang aman dan harmonis.
Keuchik Gampong Pante Rambong, Hermanto, menyampaikan terima kasih kepada Camat Pante Bidari beserta jajaran dan Kapolsek Pante Bidari bersama personel yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Hermanto mengatakan, Pemerintah Gampong Pante Rambong berkomitmen menjadikan pengajian aparatur sebagai program pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Pante Bidari beserta jajaran, Kapolsek Pante Bidari bersama seluruh personel yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Pengajian aparatur gampong akan menjadi program rutin sebagai upaya membina akhlak, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan pemahaman agama bagi seluruh aparatur gampong, ujar Hermanto.
Ia berharap seluruh perangkat gampong dapat istiqamah mengikuti majelis ilmu dan mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan nilai-nilai Syariat Islam.
Menurutnya, pembangunan gampong tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia, akhlak, dan kehidupan sosial masyarakat.
Sementara itu, Abi Zulkifli Usman selaku Pimpinan Dayah Bayanul Huda mengingatkan seluruh aparatur gampong agar menjadikan pengajian sebagai kebutuhan dalam kehidupan, bukan hanya menghadiri kegiatan karena undangan atau kewajiban.
Ia menekankan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan kepadanya.
“Dalam Islam, seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diembannya. Karena itu, aparatur gampong harus membekali diri dengan ilmu agama agar setiap kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat selalu berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah SAW, serta nilai-nilai Syariat Islam, ujar Abi Zulkifli Usman.»
Ia berharap majelis ilmu yang dilaksanakan secara rutin dapat melahirkan aparatur yang tidak hanya cakap dalam menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas.
"Insya Allah, apabila aparatur gampong istiqamah menghadiri majelis ilmu, maka akan lahir pemerintahan gampong yang amanah, masyarakat yang rukun, dan keberkahan akan turun kepada negeri ini, tambahnya.
Abi Zulkifli juga mengingatkan bahwa pengajian dapat menjadi benteng moral dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba, kemaksiatan, perpecahan, serta pengaruh paham-paham yang dapat merusak kehidupan masyarakat.
Dari Pante Rambong, ada pesan penting bahwa pelaksanaan Syariat Islam harus dimulai dari hal-hal sederhana namun dilakukan secara konsisten.
Pemerintah kabupaten dapat membuat kebijakan, pemerintah kecamatan dapat melakukan pembinaan, namun keberhasilan pelaksanaan Syariat Islam pada akhirnya sangat ditentukan oleh sejauh mana nilai-nilai tersebut hidup di tengah masyarakat.
Gampong merupakan ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, aparatur gampong memiliki posisi strategis dalam memberikan keteladanan.
Jika aparatur rajin menghadiri majelis ilmu, menjaga akhlak, memberikan pelayanan dengan amanah, menjauhi praktik yang bertentangan dengan nilai agama, serta ikut mengajak masyarakat kepada kebaikan, maka pelaksanaan Syariat Islam akan memiliki fondasi yang kuat.
Dukungan terhadap visi dan misi Bupati Aceh Timur dalam memperkuat Syariat Islam pun tidak berhenti pada spanduk, seremonial, atau pernyataan politik. Dukungan tersebut harus terlihat dalam kehidupan nyata masyarakat.
Apa yang dilakukan Pante Rambong menjadi salah satu contoh bahwa penguatan Syariat Islam dapat dimulai dari gampong. Sebab, membangun Aceh Timur yang religius bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Reporter: ZAS