Skrining TB Terintegrasi CKG, Pemkot Palembang Siapkan X-Ray Portabel untuk Jemput Bola
PALEMBANG, MA — Pemerintah Kota Palembang mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TB) dengan mengintegrasikan skrining TB ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini diperkuat dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui penggunaan teknologi X-ray portabel untuk menjangkau masyarakat secara langsung.
Pelaksanaan program tersebut ditinjau Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan di Posyandu Anggrek, Jalan Perindustrian II, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (24/8/2026).
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, kunjungan tersebut sekaligus untuk memastikan pelaksanaan CKG dan skrining TB berjalan optimal serta menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan.
"Kami ingin memastikan program ini benar-benar menyentuh masyarakat. Bukan hanya di puskesmas, tetapi juga sampai ke posyandu dan lingkungan warga," kata Aprizal.
Salah satu penguatan program dilakukan melalui hibah alat portable X-ray atau rontgen jinjing dari Kementerian Kesehatan. Perangkat tersebut akan digunakan untuk skrining TB secara massal dengan skema jemput bola, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Uji coba penggunaan X-ray portabel dilakukan di Posyandu Anggrek. Dengan perangkat tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan langsung di lapangan sehingga warga tidak harus datang ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan awal.
Pemkot Palembang menargetkan skrining menjangkau masyarakat di seluruh 18 kecamatan. Berdasarkan data sementara, lebih dari 3.000 warga telah menjadi sasaran program, dengan sekitar 2.900 orang telah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes., Sp.KKLP mengatakan, pemerintah daerah akan memperluas pemanfaatan X-ray portabel ke seluruh puskesmas.
"Ke depan alat X-ray portabel akan didistribusikan ke seluruh puskesmas. Saat ini baru RS Fatimah yang memiliki satu unit bantuan dari Pemprov Sumsel," ujar Fenty.
Menurut dia, pola layanan bergerak juga akan terus dikembangkan. Petugas kesehatan nantinya membawa perangkat pemeriksaan ke posyandu maupun titik-titik keramaian masyarakat untuk memperluas cakupan skrining.
"Skema mobile juga terus kita kembangkan. Petugas akan membawa alat ke posyandu dan titik keramaian warga," katanya.
Penguatan fasilitas tersebut juga diikuti dengan pemenuhan sumber daya manusia. Dinas Kesehatan Kota Palembang akan merekrut tenaga radiografer dan menargetkan setiap puskesmas memiliki sedikitnya satu radiografer yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pemeriksaan.
Fenty menegaskan, penanggulangan TB tidak berhenti pada penemuan kasus. Pemeriksaan terhadap kontak erat pasien, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah, juga menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan.
Kontak erat akan mendapatkan penanganan dan obat pencegahan sesuai hasil pemeriksaan serta anjuran tenaga kesehatan. Langkah tersebut penting mengingat TB dapat menular melalui udara, terutama ketika penderita batuk atau berbicara.
Masyarakat juga diminta mengenali gejala TB sejak dini, antara lain penurunan berat badan, demam terutama pada malam hari, serta batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu. Jika batuk disertai darah, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Melalui program CKG, masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan skrining secara gratis.
Pemkot Palembang berharap integrasi skrining TB dengan CKG, dukungan X-ray portabel, penguatan layanan puskesmas, serta peningkatan kesadaran masyarakat dapat mempercepat deteksi kasus dan menekan penularan TB di Kota Palembang. (Red)
