HEADLINE
Dark Mode
Large text article


















Telan Dana Perbaikan Ratusan Juta, Air PAM Desa Kecupak II Semakin Bobrok, Warga Kecewa!





Pakpak Bharat, Advokasi ;
Menjadi perbincangan hangat dikalangam masyarakat Desa Kecupak II, Kecamatan PGGS-Kabupaten Pakpak Bharat, mengingat susahnya memperoleh Air Bersih atau PAM beberapa tahun belakangan ini. 

Puluhan warga menceritakan keluhan memperoleh sarana air bersih PAM ini dulunya berjalan lancar, namun setelah adanya perbaikan tahun 2024 lalu malah air terputus-putus dan sering padam sama sekali, (29/08/2025). 

"Dulunya saluran air bersih ini lancar, tapi perkiraan kurang lebih 2 tahun ini jadi macet bahkan sering mati airnya", Terang Warga. 

Sambung warga, air PAM Desa Kecupak II ada mengalami perawatan dan perbaikan pada tahun 2024 lalu setelah satu tahun sebelumnya terkena bencana disumber air bersih atau hulu air, 

" Dulu tahun 2023, air tidak ada sama sekali disebabkan ada bencana di sumber air, Nah pada tahun 2024 ada perbaikan dan perawatan dari Desa, infonya dari Pemerintah kabupaten pun ada, tapi hasilnya sekarang tambah bobrok, bahkan semakin sering airnya padam", Kesal Warga lagi. 

Ditanya soal anggaran perbaikan, warga tidak mengetahui pasti dananya, namun warga meyakini Ratusan juta telah terserap baik dari sumber Dana Desa dan dari Pemerintah Kabupaten dalam proses perbaikan pada tahun 2024 lalu. 

"Kami terkhusus dusun sabah, sangat kecewa sekali dengan hasil perbaikan yang dilakukan Desa dan pemerintah kabupaten, mau berapa ratus juta lagi anggaran ditelan supaya air jalan seperti semula ke rumah warga?. Kita ketahui air adalah salah satu sumber kehidupan, kita ketahui juga Dana Desa mengalir setiap tahun untuk kita, apakah ini yang disebut merdeka?", Lanjut Warga. 

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kecupak II, Saidina Aksa Manik diruang kerjanaya, Jumat (28/08), seakan tertutup memberikan penjelasan terkait biaya perbaikan yang telah dilaksanakan, berulangkali dipertanyakan real anggaran diserap untuk perbaikan PAM dari Desa dijawab berbelit. 

"Saya tidak tahu pasti berapa anggarannya, gak usah lah kita bahas itu", Jawab Kepala Desa

Media tetap memepertanyakan anggaranya, namun kepala desa menjawab hanya taksiran anggaran saja, 
" Seingat saya, taksiran sekitar 69 jutaan lebih, tapi itupun saya gak persis tau", Tambahnya. 

Terkait hal ini, media memberikan pertanyaan lain seperti apa saja yang diperbaiki, bagaimana sistem pengelolannya dan apa saja himbauan kepada masyarakat tentang PAM, Kepala Desa tidak mau menjawab. 

Diketahui sebelumnya, Selain Dana Desa, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengkucurkan dana ratusan juta dalam perbaikan perpipan PAM desa kecupak II, hal itu dibenarkan Rusdin Purba, ST, Kepala Bidang Ciota Karya Dinas PUTR Pakpak Bharat via Aplikasi WhatsAp

"Ia ada lih perbaikan pipa, anggaranya ratusan juta dan itu menjadi aset desa", Jelasnya. 

Sangat disayangkan, keresahan masyarakat desa Kecupak II tidak diabaikan Pemerintah Desa. 

"Bukan hanya itu aja, program pemberdayaan pun kami sebagai masyarakat menduga ada kekeliruan sejak tahun 2024 lalu, dimana katanya ada potongan demi untuk biaya memeperbiki PAM, buktinya sampe sekarang air bersih tidak jelas" Beber warga lainya, Rabu, (03/09/2025). 

Masyarakat berharap adanya keterbukaan pihak Pemerintah Desa dalam hal penerapan dan program desa tersebut, 

"Jika memang ada indikasi penyimpangan, kita serahkan kepihak APH. Hingga saat ini kami belum menerima bantuan program pemberdayaan namun ddusun yang lain sudah menerima 4 bulan yang lalu, ibarat tanaman sudah panen, tapi kami tak meneripa apa-apa hingga sekarang", Kesal warga. 

Team/Advokasi.id

#Desa
#Kecupak2

#DanaDesa

#Korupsi

#PakpakBharat

#Pam

#bumdes
#Tipikor
#PemberdayaanMasyrakat